logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 PANTURA
Line

Warga Keluhkan Pembuatan Sumur Artetis

PEMALANG - Warga Desa Gombong, Kecamatan Belik, Pemalang, mengeluhkan pembuatan sumur artetis yang dikerjakan Pemerintah Provinsi.

Mereka menilai pembangunan sumur itu tidak berdasarkan perhitungan yang matang dan hanya menghambur-hamburkan uang saja. Sementara airnya tidak keluar.

Pembuatan sumur sudah dilakukan sekitar sebulan lalu, dengan maksud untuk membantu kebutuhan air bersih warga Gombong dan sekitarnya. Proyek itu didanai bantuan Pemerintah Provinsi dengan nilai sekitar Rp 500 juta.

"Namun, sekarang ketika warga membutuhkan air bersih, sumur itu belum mengeluarkan air, padahal sudah digali sedalam 45 meter," kata Muritno, warga Gombong, kemarin.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Gombong Sumontro. Penggalian sumur ertetis kali pertama dilakukan di wilayah Gombong sebelah utara. Namun, ketika kedalaman mencapai 45 meter tidak mengeluarkan air. Kemudian pelaksana proyek memindahkan lokasi galian di sebelah selatan, tapi tetap saja gagal.

Seperti diketahui, kini warga Desa Gombong dan sekitarnya kesulitan air bersih. Sebab, sumber-sumber air mengering akibat kemarau panjang. Satu-satunya jaringan pipa air bersih yang mengambil sumber dari mata air Sikopyah Purbalingga, debitnya turun drastis. Warga antre untuk mendapatkan air sampai tiga hari tiga malam.

Bantuan Gubernur

Menurut sejumlah warga, proyek sumur artetis itu adalah bantuan Gubernur Jateng, yang dimaksudkan untuk mengatasi air bersih pada musim kemarau. Tetapi kini setelah musim kemarau tiba, ternyata tidak bisa digunakan. Lebih baik apabila dana proyek itu untuk membeli mobil tangki.

Di tempat terpisah, Bupati Pemalang HM Machroes SH mengatakan, pelaksanaan proyek pembuatan sumur artetis di Desa Gombong tidak berdasarkan penelitian yang matang. Mestinya sebelum dilakukan, pihak pelaksana proyek sudah menentukan di mana sumber air yang ada, baru dilakukan penggalian. "Mestinya pelaksana proyek minta pertimbangan secara teknis kepada ahlinya. Atau minta petunjuk dari warga setempat, di mana sekiranya ada sumber air," ucapnya.

Bupati tidak percaya kalau di Gombong tidak ada sumber air. Diyakini tanah Gombong justru mengandung air cukup banyak. Hal itu bisa dilihat dari tanaman ladang milik warga yang tumbuh subur. Kalau di bawah tanah tidak ada air, tidak mungkin tanaman bisa hidup di desa itu.

Menurut rencana Bupati akan melaporkan pelaksanaan proyek air itu kepada Gubernur, Rabu (11/8) ini. Perencanaan dan pelaksanaan proyek tersebut ditangani oleh pimpro di Semarang. Dia juga tidak pernah diajak bicara dalam pelaksanaan pembuatan sumur artetis di Desa Gombong. (sf-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA