logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 PANTURA
Line

Siswi SMA Ihsaniyah Budi Dayakan Anggrek

BERBAGAI cara untuk membekali siswa-siswi terus digali pengajar SMA Ihsaniyah Kota Tegal. Salah satu life skill (pembekalan keterampilan hidup) yang sedang ditekuni, khususnya oleh para siswi, adalah budi daya anggrek.

Demi keberhasilan program pembudidayaan anggrek, SMA Ihsaniyah sengaja menugasi guru biologi Dra Nur Hidayati yang merupakan lulusan Undip itu untuk menekuni tanaman itu. Untuk keperluan itu, SMA pun mengeluarkan biaya setidaknya mencapai Rp 1 juta. Hasil uji coba budi daya anggrek itu memang belum pasti.

Namun setidak-tidaknya lokasi SMA di Jl Jalak Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat yang biasanya kerontang terpanggang sinar matahari pada musim kemarau, kini mulai terasakan keindahannya. Ratusan pot bunga kecil terhampar di sudut sekolah.

Setiap pagi dan pada saat jam istirahat, sekitar 170 siswi berlomba menyirami pot bunga. Mereka seolah tak tega bila anggrek yang mereka semai itu mati sebelum mekar. Mereka pun senantiasa menyirami dan merawat tanamannya itu sembari bersenandung kecil. "Kami memberi keterampilan itu karena murid kami kebanyakan siswi. Kalau mereka tak bisa melanjutkan untuk kuliah, mereka masih punya kesibukan merawat tanaman di rumah," ujar Kepala SMA Drs Yusqon MPd. Dra Nur Hidayati menyatakan, anggrek dipilih sebagai budi daya karena bunga itu memiliki pesona serta cocok ditaman di lingkungan SMA Ihsaniyah.

Dalam budi daya itu, lanjut Nur Hidayati, siswi diberi keterampilan dari proses awal (benih), tunas, sampai berbunga. Mereka sengaja diperkenalkan dengan alam nyata. Sebab praktik biologi memang perlu dilakukan di lapangan. Hal ini bisa menanamkan sifat afektif dan psikomotor siswi.

Yusqon yang juga kandidiat doktor Unnes Semarang itu menyebutkan life skill dengan alam ternyata pembelajaran yang menyenangkan. Terbukti setiap kali mereka menuju ke tempat praktik para siswi seolah memiliki naluri hidup.

Ini karena mereka bertanggung jawab bila benih yang ditanam tidak berhasil baik. Dari hal ini menjadikan para siswi berlomba merawat.

Yusqon menambahkan, pihaknya membekali siswi dengan keterampilan bertanam anggrek karena itu merupakan peluang bisnis. Sebab hingga kini kelihatannya belum ada warga Kota Tegal yang membudidayakan anggrek. Dia berharap dalam setahun anggrek yang ditanam itu sudah bisa dijual untuk menambah uang saku siswi.

Kalau siswi dilatih menanam anggrek, kata Yusqon, siswa bidang IPA kini dikenalkan dengan otomotif. "Terus terang kami tengah serius untuk mencetak ilmuwan Islami secara seimbang, antara ilmu dan agama," tandas Yusqon.(Nuryanto Aji-90i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA