| Rabu, 11 Agustus 2004 | OLAHRAGA |
Rusuh, PSIS Yr Vs Arema Yr Terhenti 5 Menit
SEMARANG-Pertandingan perdana Liga Bogasari U-18 Grup C antara PSIS Yunior lawan Arema Malang Yunior, Selasa kemarin (10/8) di Stadion Citarum diwarnai kerusuhan. Sejumlah pemain dari kedua kesebelasan saling baku hantam pada menit ke-63. Tak ayal, pertandingan pun dihentikan lima menit oleh wasit Rudi Aris Junaedi asal Sleman. Pada pertandingan tersebut tuan rumah menang 2-1. Dua gol yang diciptakan anak-anak asuhan Ashadi itu diborong oleh kapten tim Achmad Taufik, pada menit ke-4 dan 62. Kedua-duanya dihasilkan melalui titik penalti. Sedangkan gol semata wayang tim tamu dicetak pada menit ke-3 oleh Suryani. Dengan hasil tersebut, untuk sementara PSIS Yr memimpin klasemen. Kerusuhan itu terjadi satu menit setelah gol kedua tuan rumah tercipta. Gol yang berasal dari titik penalti itu dinilai pemain Arema tidak perlu terjadi. Sebab, pemain belakangnya hanya menempel Rifky A Rahman. Namun, wasit menjatuhkan hukuman. Keputusan tersebut diprotes. Namun, itu tidak mengubah keputusan. Bermula dari gol itulah Arema panas. Ketika Rifky mengganjal pemain belakang lawan, kesalahpahaman pun tidak bisa dihindari. Hampir seluruh pemain kedua kesebelasan, bahkan pemain cadangan, ikut masuk ke lapangan dan terlibat baku hantam. Namun, kerusuhan tersebut tidak berlangsung lama. Aparat keamanan dan panpel berhasil meredakan emosi para pemain dan ofisial tim. Pertandingan pun bisa dilanjutkan kembali. Partai ini memang berjalan seru dan menarik. Kedua kesebelasan sama-sama menampilkan permainan menyerang. Tak heran, belum ada lima menit, sudah terjadi dua gol bagi masing-masing kesebelasan. Arema menjebol terlebih dulu gawang Wahyu Joko Purnomo, pada menit ke-3. Skor jadi sama, setelah Achmad Taufik berhasil membalas satu menit kemudian melalui titik penalti, karena tangan pemain belakang lawan menyentuh bola. Tempo Permainan Kedudukan imbang 1-1 tersebut membuat pertandingan semakin seru. Permainan cepat ditampilkan kedua kesebelasan. Tidak jarang PSIS Yr mempunyai peluang melalui striker andalannya Rifky A Rahman dan Herdy. Sayang penyelesaian akhir mereka kurang tajam sehingga gagal membuahkan gol. Arema sendiri bermain cukup rapi dari kaki ke kaki. Kerja samanya sangat solid. Selain itu, para pemain asuhan Sunardi C pun tampak disiplin dalam menjaga pertahanannya. Kecepatan pemain depannya tidak boleh diremehkan. Aksi-aksi mereka di kotak penalti sempat merepotkan barisan pertahanan PSIS Yr yang digalang Achmad Taufik. Di babak kedua, tempo permainan sedikit lambat. Stamina pemain kedua kesebelasan menurun karena panas sangat menyengat. Meski lambat, namun permainan mereka sudah mulai keras dan kasar. Tak heran, wasit sering meniup peluit tanpa pelanggaran. Pemain yang diberi kartu kuning hanya 4, yaitu A Taufik (PSIS Yr), Yunus A Rifiq, Danang Novendri dan M Solikin (Arema). Pada menit ke 62, saat PSIS Yr melakukan serangan balik, Rifky di jatuhkan pemain belakang lawan. Wasit pun menunjuk titik putih. Taufik pun sukses menyarangkan bola ke gawang Arema yang dijaga oleh M Mantri, yang menggantikan Arik Bactiar. Arik Bactiar harus dibawa ke rumah sakit William Booth karena kepalanya cedera bertabrakan dengan Rifky. "Tentu saja saya puas dengan hasil tiga poin itu. Kemenangan tersebut dapat dijadikan modal untuk pertandingan lawan Maluku Utara besok," ungkap Manajer Tim Agung Nugroho. Sunardi C mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Rudi Aris Junaedi. Menurutnya, penalti pertama memang bisa diterima. Namun, penalti kedua tidak perlu terjadi karena pemainnya hanya menempel Rifky. "Kalah menang sebenarnya sama saja. Namun, pertandingan itu harus fair. Saya kecewa dengan kepemimpinan wasit. Jika demikian terus, mau dikemanakan pembinaan sepak bola Indonesia,"ungkapnya. (H13,C16-22) |