logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 OLAHRAGA
Line

Deltras Andalkan Tiga Pemain Brasil

SEMARANG-Deltras Sidoarjo bukan lagi tim yang patut dipandang remeh. Meski masih bercokol di dasar klasemen Kompetisi Liga Bank Mandiri 2004, namun grafik permainan anak-anak asuhan Yusack Sutanto ini memperlihatkan peningkatan.

Mereka berhasil mencukur Persib Bandung 4-0 di kandang dan memaksa PSS Sleman berbagi angka 1-1 di Stadion Tridadi Sleman.

Pada pertandingan lawan PSIS Rabu sore ini di Stadion Jatidiri, Agustiar Batubara dkk siap menebar ancaman. Mereka sudah bertekad untuk mempermalukan tuan rumah.

"Menang atau kalah itu sudah biasa. Tapi, kami akan berusaha bermain sebaik mungkin agar dapat mencuri poin lagi. Jika wasit fair, peluang kami untuk mencuri poin di Semarang akan terbuka lebar. Bahkan, tiga poin akan bisa kami raih," ujar arsitek Deltras, Yusack Sutanto.

Pada pertandingan sore ini, timnya akan mengandalkan permainan kolektif. Tiga pemain asing baru asal Brasil, yaitu Leandro Braga, Fabio Marcos Santos, dan Danilson sudah bisa cepat beradaptasi dengan gaya permainan yang dikembangkan.

Namun, kepemimpinan wasit yang dinilai berat sebelah saat pertandingan lawan PSS, menghantui Yusack dan para pemainnya. Pada pertandingan itu, Yusack menganggap seharusnya anak-anak asuhannya bisa mencuri tiga poin.

Tendangan penalti yang diberikan wasit menjelang pertandingan usai, mengandaskan harapan tersebut. Kejadian itu diharap tidak terulang lagi pada pertandingan lawan anak-anak Semarang. Jika hal itu terulang lagi, maka dia berjanji akan melaporkan kepada PSSI agar wasit dan pengawas pertandingan ditindak.

"Saat ini fokus saya hanya pada segi nonteknis, khususnya wasit. Kami berharap wasit fair dalam memimpin jalannya pertandingan," tegas mantan pelatih Persijatim Solo FC itu.

Kolektivitas

Kebersamaan antarpemain tersebut terus dibangun seiring dengan beratnya perjuangan mereka untuk keluar dari zona degradasi. Permainan lepas dan tanpa beban itulah yang menjadi ancaman buat tim-tim lainnya.

"Kami hanya mengandalkan kolektivitas permainan. Meski perjuangan kami sangat berat untuk lolos dari zona degradasi, namun para pemain masih punya semangat dan motivasi. Mereka bermain tanpa beban," ujarnya.

Dia mengaku kondisi anak-anak asuhannya sangat bagus. Namun, dua pemain intinya tidak bisa dturunkan saat melawan PSIS. Mereka adalah Mursyid dan Dwi Joko karena terkena akumulasi kartu kuning.

Meski optimistis meraih poin di kandang lawan, namun Yusack juga tidak mau meremehkan kekuatan pasukan Mahesa Jenar. Kekalahan di dua partai tandang dan seri di pertandingan kandang lawan PKT tidak bisa dijadikan ukuran kekuatan tim asuhan Herry Kiswanto.

Sebaliknya, dia melihat dua kekalahan dan hasil seri itu akan membuat motivasi dan semangat Agung Setyabudi dan kawan-kawan meningkat. Selain itu, para pemain PSIS juga dinilai sangat berpengalaman sehingga perlu diwaspadai. "Mereka tetap tim yang bagus. Pemainnya banyak yang berpengalaman. Jadi, kami tetap harus waspada," katanya. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA