logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 OLAHRAGA
Line

Kalos Irthes Indonisia, Ti Kanite?

ATHENA- "Kalos Irthes Indonisia, Ti Kanite? Kalimat itu meluncur beberapa kali dari bibir para panitia yang menyambut rombongan atlet Indonesia saat mendarat di Bandara Internasional Athena, El Benizelous, Senin petang waktu setempat. Kata-kata itu kira-kira bermakna "Selamat datang Indonesia. Apa kabar?"

Panitia Penyelenggara Olimpiade Athena (ATHOC) tampaknya berusaha membuat nyaman puluhan ribu tamu yang datang ke negara mereka, sehingga jalur lintas kedatangan bagi tamu Olimpiade dan pendatang umum dibedakan.

"Silakan pakai tanda pengenal Anda," kata seorang panitia ketika tanda pengenal dibagikan di salah satu tempat khusus bandara, setelah berulangkali dilakukan pemeriksaan paspor dan tanda pengenal sementara yang jauh-jauh hari sudah dikirim ke negara masing-masing. Para atlet dan ofisial, setelah mengambil barang bagasi, langsung diarahkan ke tempat parkir bus melewati "Olympic Line" berupa jejak-jejak kaki sepanjang jalur dari pengambilan bagasi hingga ke tempat parkir bus.

Begitu atlet dan ofisial melewati jalur itu dan masuk ke dalam bus, masalahnya mulai lain dan hal ini dirasakan oleh para wartawan yang menjemput mereka. Jangan harap dapat menemui para atlet dan ofisial, karena begitu mereka masuk bus, tidak ada lagi kesempatan mendekati. Di seberang jalan pintu keluar bus, puluhan wartawan foto dan juru kamera dari berbagai negara hanya dapat memotret atau mengambil gambar bus yang keluar bergantian dari dalam areal parkir. Seorang wartawan nekad mendekati pintu areal parkir, tetapi dengan tegas dan kaku ditolak oleh petugas keamanan.

Peserta Terbanyak

ATHOC ingin membuat rekor Olimpiade Athena 2004 sebagai olimpiade dengan negara peserta terbanyak, yaitu 202 negara. Ini artinya, Olimpiade Athena punya tiga negara lebih banyak dibanding Olimpiade Sydney empat tahun lalu. Hal itu memungkinkan, karena Komite Olimopiade Internasional (IOC) sudah mencabut larangan terhadap Irak, sehingga negara itu akan ikut berparade dalam upaca pembukaan 13 Agustus, serta adanya negara anggota baru IOC, yakni Timor Leste dan Kiribati.

Sementara itu, kemarin 89 ribu tiket untuk babak penyisihan Olimpiade yang akan dimulai Jumat (13/8) diborong oleh warga Yunani, sehingga jumlah pendapatan sudah mendekati target meski secara keseluruhan jumlah tiket yang belum laku masih cukup besar. ATHOC khawatir soal banyaknya kursi kosong. Juru bicara ATHOC, Michalis Zacharatos mengatakan, 2,5 juta dari 5,2 juta tiket sudah terjual, memberi mereka 91% dari pemasukan yang diinginkan dari penjualan tiket, yakni 183 juta ero. ATHOC berharap menjual 3,1 juta hingga 3,3 juta tiket. Sebagian besar tiket untuk semifinal dan final pada 28 cabang olahraga sudah terjual.

ATHOC mendapat bantuan dari Perdana Menteri Costas Karamanlis, yang Senin malam meminta masyarakat menyaksikan Olimpiade di stadion, bukan di televisi. (ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA