| Rabu, 11 Agustus 2004 | OLAHRAGA |
Pesilat Butuh Psikiater dan DokterKARTASURA- Delapan pesilat Jawa Tengah yang dipersiapkan ke PON XVI Palembang dan saat ini terus berlatih di Padepakan Silat Kartasura, sangat membutuhkan psikiater dan dokter olahraga. Tidak hanya para pesilat, beberapa cabang olahraga yang masuk pemusatan latihan di wilayah Surakarta, perlu mendapat pengawasan psikiater. "Untuk menghilangkan ketegangan dan emosi yang kerap kali dialami para atlet diperlukan bimbingan psikiater," kata Adjie Saloka, ketua bidang umum PON Jateng untuk cabang pencak silat. Menurutnya, dulu KONI Jateng pernah berjanji secara berkala akan mengirimkan dokter untuk mengecek berbagai cabang olahraga yang menjalani pemusatan latihan (TC). Di wilayah Surakarta saat ini ada empat cabang, yakni pencak silat di Kartasura, bola basket di Solo, panahan di Klaten dan aeromodeling di Panasan (Boyolali.) Menjelang keberangkatan ke Palembang, hampir semua cabang dalam latihannnya sudah memasuki teknik pematangan, meliputi teknik individu dan latihan prakompetisi. Dalam kondisi demikian, para atlet tentu diliputi ketegangan. "Dalam kondisi dan situasi seperti ini sebenarnya sangat diperlukan psikiater untuk memberi bimbingan dan nasihat," jelasnya. Dia juga mengharapkan, dokter khusus olahraga dari KONI rajin mengontrol para atlet, karena beberapa atlet sering sakit. Untuk mengobati diperlukan petunjuk dokter agar jangan salah minum obat yang nantinya berdampak terkena sanksi doping. Cedera Tim pencak silat Jateng meloloskan delapan pesilat, terdiri atas lima putra dan tiga putri saat prakualifikasi PON di Bandung. Di kelompok putri, Jayanti Agustiningrum (Solo) akan turun di kelas A, Noviana (Solo) kelas C dan Kasiatun (Klaten) kelas D. Kelompok putra, Kelas A,Slamet Haryo (Klaten) kelas B Lutfan Budi Santoso (Banjarnegara) kelas C Iwan Suyamto (Solo), kelas E Haris Nugroho (Sukoharjo), dan kelas G Rony Saifulah (Boyolali). Para pesilat dilatih oleh Sugeng Haryadi dan Indro Catur Haryono dari Sukoharjo. Di PON Palembang, pencak silat Jateng menargetkan empat emas yang diharapkan dari Lutfan, Rony, Iwan dan Novi. Sementara Haris Nugroho, Iwan Suyamto dan Jayanti juga berpeluang menyumbangkan emas. "Lawan berat dari DKI, Jatim dan Jabar. Anak-anak sudah sering saling bertanding lawan mereka, tinggal nanti bagaimana di arena," katanya. Dijelaskan, semua pesilat dalam kondisi baik. Hanya Kasiatun, pesilat asal klaten yang cedera tangan ketika latihan. "Tangannya cedera ketika menangkis tendangan dari temannya. Meski memar, dia tetap latihan," kata Adjie Saloka, yang juga ketua harian klub pencak silat Merpati Putih. (P44-77) |