| Rabu, 11 Agustus 2004 | OLAHRAGA |
Kejurnas Bulutangkis Fukuda Indocock PMS609 Peserta Ambil BagianSOLO- Pengda PBSI Jateng membuka peluang bagi klub, pengcab, atau institusi lainnya untuk menggelar event bulutangkis, baik berskala nasional maupun daerah, dengan syarat harus mempertandingkan kelompok umur (KU). Pertandingan KU akan melahirkan pemain berbakat. "Persyaratan khusus tersebut tujuannya agar kita tidak kehabisan bibit sehingga klub tidak mati," kata Ketua Pengda PBSI Jateng, Drs Sunyoto. Ditemui seusai pembukaan Kejurnas Bulutangkis "Fukuda Indocock PMS Open 2004" di GOR Manahan Solo, dia menambahkan, sasaran dari penyelenggaraan di daerah-daerah nantinya bermuara pada pembinaan ke tingkat nasional. Kejurnas Fukuda yang berlangsung 10-14 Agustus, akan dimainkan di GOR PMS dan GOR Manahan diikuti 609 peserta. Event ini mempertandingkan kelompok anak, pemula, remaja, taruna, putra, putri tunggal dan ganda. Juga dipertandingkan kelompok veteran putra. Menurut Sunyoto, penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis untuk Jawa Tengah cukup padat. Dalam waktu dekat ini akan diadakan kejuaraan Piala Gubernur di Tegal, dilanjutkan Piala Semarang. "Jika dihitung, tiap tahun ada tujuh event, termasuk Piala Moenadi dan Abdulkadir. Ini sangat menjanjikan dalam pembibitan," katanya. Dia sedikit menyesal dengan dibubarkannya Pusdiklat PMS Solo. Tetapi karena situasi dan kondisinya di luar jangkauan, pembubaran itu terpaksa ditempuh. "Di luar Jawa kondisinya lebih parah. Banyak klub atau pelatda bubar. Kita bersyukur masih ada Djarum Kudus," tandasnya. (P44-77) |