logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 OLAHRAGA
Line

Peboling Putri Berlatih ke Taiwan

SEMARANG- Untuk memantapkan persiapan, trio bersaudara peboling Jateng berlatih di Taiwan. Sedangkan empat atlet putra tetap berlatih di Solo, setelah tempat latihan di Java Super Mall direnovasi.

Jika tak ada perubahan, hari ini tiga bersaudara Tan Bie Lian, Tan Bie Ling, dan Tan Bie Liang akan berangkat ke Taiwan selama satu minggu, setelah itu akan kumpul lagi dengan rekan - rekannya di Semarang.

"Tiga atlet asal Semarang ini punya guru di Taiwan. Setiap memperkuat timnas, mereka selalu berlatih di sana. Saat memperkuat tim PON Jateng, mereka juga berlatih di Taiwan," tutur Sekum Pengda PBI Jateng, M Sutomo, semalam.

Dari tangan tiga atlet inilah cabang boling diharapkan bisa merebut medali emas, terutama dari nomor double dan nomor trio. Prestasi tiga atlet ini sudah tidak diragukan lagi, karena sering mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan.

Cabang boling akan memperebutkan 10 emas, dari nomor tunggal, ganda, trio, all-event dan master putra-putri. Saingan dari nomor perorangan, ganda dan trio putri Jateng akan datang dari DKI atas nama Popi Tambis dan Heppy Sudiono.

"Hanya dua atlet dari DKI yang kami perhitungkan. Dalam berbagai kejuaraan mereka bersaing ketat. Tapi kalau dilihat hasil keseluruhan, tiga atlet kita lebih unggul, terutama di nomor ganda dan trio," tambahnya.

Sementara di putra, Jateng yang mengirimkan Lilik Pandu, Firmansyah, Hanung dan Tejo, akan lebih banyak bertumpu kepada Tejo. Dia sudah memperlihatkan prestasi di PON XIV Jakarta.

"Di PON XV Surabaya cabang boling tidak dipertandingkan, tetapi di PON XIV Jakarta Tejo berhasil merebut medali perak. Mudah -mudahan dari medali perak bisa ditingkatkan menjadi emas," ujar Sutomo.

Malam nanti, empat atlet putra akan berangkat latihan ke Solo. Setelah pulang dari Solo mereka akan langsung ke Surabaya untuk membeli bola yang akan digunakan main di PON. Satu bola harganya mencapai Rp 2,25 juta.

"Sebelumnya masing - masing atlet sudah memiliki satu bola. Kami akan membeli tujuh bola lagi ke Surabaya karena di Semarang tidak ada. Di PON nanti, tiap atlet memiliki dua bola." (C16-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA