| Rabu, 11 Agustus 2004 | NASIONAL |
Kenetralan Polri Kembali Digoyang
YOGYAKARTA-Setelah digoyang kasus VCD Banjarnegara, kecurigaan pada netralitas institusi Polri dalam pemilukhususnya pada pemilu presiden/ wakil presidenkini bertambah. Hal itu terkait dengan kiriman sekitar 2.000 kaus (empat karung) bergambar pasangan capres-cawapres Megawati-Hasyim di Poltabes Yogyakarta. Kapoltabes Yogyakarta Kombes Drs Condro Kirono MSc kepada wartawan, di ruang kerjanya, kemarin (9/8), membenarkan ada kiriman itu. Tapi, dalam keterangan di ruang kerjanya di Jl Reksobayan 1 Yogyakarta, dia mengaku tidak tahu-menahu tentang isi karung tersebut. ''Ternyata itu milik adik ipar saya, Sena (Sena Riyakudu A),'' ujar Kombes Condro. Sena Riyakudu yang dipanggil khusus oleh Condro pada jumpa pers itu, membenarkan kiriman kaus tersebut untuk dirinya. Sena mengatakan, sengaja memakai alamat Jl Reksobayan 1 Yogyakarta untuk memudahkan pengiriman. Sebab, alamat tempat tinggal pekerja serabutan-antara lain sebagai perantara (makelar) mobil-itu sulit dicari. Yaitu, di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Ngestiharjo, Kabupaten Bantul. Karena itu, jelasnya lebih lanjut, untuk menerima barang kiriman yang diakuinya dari DPD PDI-P DKI/Jakarta itu, dia numpang alamat kakak iparnya di Poltabes. Keesokan harinya (16/6), Condro menjelaskan, menerima laporan dari sekretaris pribadinya bahwa ada kiriman empat karung kaus bergambar pasangan Mega-Hasyim. Ketika adik iparnya belum datang untuk mengambil, keempat karung kaus itu ditaruh di bagian belakang markas Poltabes. Setelah itu, baru dikirim ke rumah dinas Kapoltabes di kawasan Kecamatan Umbulharjo. Ketika itu, sebagai pejabat baru, Condro Kirono masih tinggal di rumah ibunya di kawasan Gedongkuning, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. Sena yang baru setahun tinggal di Yogyakarta mengaku belum tahu tempat tinggal kakak iparnya itu. Condro Kirono menjabat Kapoltabes menggantikan Kombes Sabar Rahardjo sejak 6 Mei 2004. Sehubungan dengan berita di beberapa media tentang pengiriman kaus itu, kemarin, Panwas Pemilu Provinsi DIY rapat. Wakil Ketua Panwas Pemilu DIY, H Ramdlon Naning SH MS, membenarkan ada rapat koordinasi dengan Panwas Kota Yogyakarta. ''Kami sedang mendalami hal itu,'' ujar Ramdlon Naning. Panwas Pemilu DIY menyayangkan ada pengiriman empat karung kaus tersebut. Apalagi bila nanti terbukti ada unsur yang menunjukkan ketidaknetralan Polri. Sedangkan Ketua Panwas Kota Yogyakarta Teguh Basuki SH mengatakan, dengan adanya penemuan tersebut, patut diduga akan terjadi penyimpangan asas jujur dan adil (jurdil) institusi Polri yang seharusnya bersikap netral dalam pemilu. Dukung SBY Menjelang pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua, berbagai manuver politik dilakukan. Salah satunya adalah upaya memengaruhi keluarga atau purnawirawan TNI untuk mendukung SBY. Sinyalemen itu dilontarkan pengamat militer MT Arifin, Selasa (10/8). "Ada yang mengarahkan kepada para purnawirawan TNI yang saat ini menjadi camat atau bupati untuk mendukung SBY. Jika di kalangan keluarga, ajakan untuk mendukung SBY sudah sejak lama menjadi bahan obrolan," ujar Arifin. (P58, dtc-58, 69jt) |