logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Goh Resmi Mundur


SM/Reuters BERDAMPINGAN: Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong (kanan) duduk berdampingan dengan wakilnya, Lee Hsien Loong.(55t)

SINGAPURA - Singapura memasuki masa transisi, selasa kemarin, setelah Perdana Menteri Goh Chok Tong mengundurkan diri. Pengunduran diri itu dilakukan untuk membuka jalan bagi wakilnya, Lee Hsien Loong, mengambil alih tampuk pemerintahan dalam skenario transisi politik yang tersusun rapi dan hati-hati.

Goh (63) tetap berada di dalam kabinet sebagai menteri senior dan kepala bank sentral pada pemerintahan baru yang akan diambil sumpahnya Kamis besok. Dia melanjutkan tradisi yang telah ditinggalkan pendahulunya Lee Kuan Yew, ayah dari calon perdana menteri Singapura berikutnya.

Lee senior, yang akan berusia 81 bulan depan, juga tetap berada dalam kabinet baru yang dibentuk putranya itu dengan jabatan baru sebagai ''penasihat menteri''.

''Peralihan kepemimpinan yang terencana dan berkesinambungan itulah yang membedakan negara Singapura dari lainnya,'' kata Goh dalam pesta perpisahan sebelum meletakkan jabatannya dan dipancar-siarkan secara langsung oleh stasiun televisi Senin malam.

''Di negara-negara lain, elite politik menggunakan kekuatan yang ada dalam masyarakat agar mendapat dukungan dan terpilih, dan dalam proses menuju hal itu seringkali membuat negara itu menjadi tercerai berai.''

''Saya menyebut hal itu sebagai politik perselisihan dan melenceng.''

Di Singapura, para pemimpin tidak bertikai untuk memperoleh kekuasaan atau jabatan apa pun. Mereka malahan memobilisasi kekuatan masyarakat untuk kepentingan negara, hal itu kita sebut sebagai ''politik bersepakat dan bersatu'' yang merupakan hal yang terbaik bagi kita untuk terus maju ke masa depan.

''Saya yakin dan percaya terhadap kemampuan Lee Hsien Loong dan teman-teman lainnya,'' kata Goh dalam konferensi pers, Senin lalu. Dia menyeru agar seluruh rakyat Singapura mendukung penggantinya.

Wajah Lama

Pemerintah baru yang dibentuk Lee Hsien Loong, kemarin, sebagian besar berisi wajah lama untuk mengatasi masalah-masalah mendesak, mulai dari rendahnya angka kelahiran sampai larinya modal ke China yang mengalami pertumbuhan cepat.

Perombakan kabinet tersebut mempertukarkan sebagian besar posisi menteri-menteri yang ada, dan tidak banyak memasukkan wajah baru. Hal itu mengejutkan banyak pengamat politik dan ekonomi, yang mengira Lee (52) akan membawa generasi baru para pemimpin muda.

Lee tetap memegang jabatan menteri keuangan. ''Tidak ada perubahan penting dalam kementerian. Ada banyak kesinambungan dalam pergantian kekuasaan tersebut. Jadi, pasti ada keberlanjutan kebijakan,'' kata Nizam Idris, pengamat ekonomi dari IDEAGlobal.com. ''

Lee senior, yang memelopori pemisahan Singapura dari Malaysia pada 1965 dan mengarahkan negara itu dari negeri terbelakang pascapenjajahan menjadi motor ekonomi regional dalam satu generasi, bersikeras bahwa kenaikan politik putranya didasarkan pada prestasi, bukan nepotisme.

Putranya tersebut secara resmi diminta oleh Presiden SR Nathan untuk memimpin pemerintahan selanjutnya dalam suatu pertemuan kemarin, setelah Goh mengajukan pengunduran diri.

''Presiden telah menerima pengunduran diri tersebut, yang akan berlaku efektif beberapa saat sebelum PM baru diangkat pada 12 Agustus,'' demikian pernyataan dari kantor PM Singapura.

Tahap Terakhir

Pergantian kabinet tersebut menandai salah satu tahap terakhir dalam suksesi yang terencana rapi yang telah diperkirakan sejak Goh menjadi PM dan Lee sebagai wakilnya pada 1990.

Lee, seorang brigjen purnawirawan, telah menduduki semua jabatan ekonomi senior. Dia secara resmi didorong untuk menggantikan Goh tahun ini oleh Partai Aksi Rakyat yang telah lama berkuasa. Partai tersebut hanya kehilangan dua kursi di parlemen.

Lee mengejutkan beberapa pengamat politik dengan mengangkat kembali Menteri Koordinasi untuk Keamanan dan Pertahanan Tony Tan (64) untuk menduduki salah satu dari dua jabatan wakil PM.

S Jayakumar, menteri yang telah lama menjadi anggota kabinet, menempati posisi wakil PM yang satunya. Dia menyerahkan jabatan menteri luar negeri, tetapi tetap menjadi menteri hukum.

George Yeo, menteri perdagangan yang memimpin delegasi perundingan perdagangan pertanian dalam World Trade Organisation (WTO) 1999 di Seattle dan negosiasi agrikultur di pertemuan WTO 2001 di Doha, menjadi menteri luar negeri.

Singapura telah meliberalisasi dengan lambat sistem sosialnya, yang meliputi pelonggaran larangan memakan permen karet, dalam upaya menarik lebih banyak perusahaan internasional dan mewujudkan harapan tentang penduduk yang terdidik dan makmur.

Kepemimpinan baru itu menghadapi permulaan yang keras dengan larinya modal ke China dan India yang perekonomiannya tumbuh pesat, sedangkan angka kelahiran tak mengalami kenaikan dan semakin banyak penduduk berusia tua.

Namun, pemerintahan baru itu mewarisi pertumbuhan cepat, dengan angka yang diumumkan kemarin menunjukkan perekonomian tumbuh 11,9 persen dalam kuartal kedua dan ditetapkan tumbuh 8-9 persen pada 2004. Tingginya angka pertumbuhan Singapura setara dengan China.

Pasar-pasar keuangan hanya sedikit bereaksi terhadap berita pergantian PM tersebut. Dolar Singapura agak turun dari angka tertingginya pada perdagangan terakhir ketika para pedagang tetap terfokus pada peristiwa-peristiwa di AS dan pertemuan Federal Reserve yang bakal menetapkan kebijakan masa datang. Kenaikan Lee menjadi PM bisa menimbulkan pembicaraan tentang pemusatan kekuasan pada keluarga Lee.

Dengan Lee senior tetap ada di dalam kabinet dan putranya menjadi PM, kedua orang itu menduduki jabatan-jabatan puncak pemerintahan di negara makmur Asia Tenggara tersebut.

Ho Ching, istri Lee junior, adalah direktur eksekutif Temasek Holdings, unit investasi pemerintah yang sangat berpengaruh, yang punya saham di perusahaan-perusahaan Singapura seperti Singapore Airlines dan Singapore Telecommunications, yang kepala eksekutifnya adalah adik Lee, Lee Hsien Yang.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA