logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Gus Dur Minta SBY Jauhi Politik Agama

  • Mega Temui Amien

DUA CAPRES: Calon presiden (capres) dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengunjungi Gus Dur di kediamannya di Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa kemarin. Sementara itu, capres dari PDI-P Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Amien Rais.(55t)

JAKARTA-Capres dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), semalam mengadakan pertemuan dengan Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sedangkan secara terpisah Capres dari PDI-P Megawati Soekarnoputri, pada hari yang sama juga mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum DPP PAN Amien Rais.

Pertemuan Gus Dur dengan calon presiden, merupakan kali kedua. Sebelumnya, dia telah bertemu dengan Ketua Umum PDI-P di kediamannya Jl Kebagusan. Ketika bertemu Mega, Gus Dur mengatakan, tidak ada deal politik.

Begitu pula ketika bertemu SBY, jubir Gus Dur, Adhie Massardie menyatakan bahwa pertemuan mereka di Warung Silah Ciganjur, Jakarta Selatan, sifatnya pribadi. Pertemuan tersebut tidak akan menghasilkan deal politik tertentu, seperti saat bertemua dengan Mega. ''Pertemuan itu, bersifat pribadi jadi tidak akan ada deal-deal tertentu," kata Adhie di sela-sela pertemuan tersebut, semalam (Selasa, 10/8). Pertemuan berlangsung mulai pukul 16.44 hingga 17.33 WIB.

Namun, Adhie tidak membantah bahwa pertemuan Gus Dur-SBY itu, untuk mengimbangi pertemuan mantan presiden itu dengan capres PDI-P Megawati Soekarnoputri, yang telah berlangsung dua kali, sehingga tidak memunculkan kesan Gus Dur telah mendukung salah satu capres.

Gus Dur sejak awal telah menyatakan golput, dan tidak mendukung calon mana pun. ''Pertemuan dengan SBY tersebut untuk mengukuhkan sikap golput Gus Dur, setelah pertemuan dengan Megawati,'' kata Adhie.

Jauhkan Primordial

Usai pertemuan, Gus Dur dan SBY memberikan keterangan pers. Pada kesempatan itu, Gus Dur juga menasihati SBY agar menjauhkan politik yang mengedepankan agama. ''Saya bilang kepada Pak Bambang Yudhoyono, langkah pertama yang harus diambil adalah menjauhkan politik primordial yang mengedepankan agama. Itu harus dijauhkan,'' kata Gus Dur.

Sedangkan SBY mengaku, bersyukur bisa silaturrahmi dengan Gus Dur, setelah sekian lama sulit bertemu, karena kesibukannya mengikuti kampanye. ''Ini pertemuan silaturrahmi. Jadi tidak tepat kalau ini merupakan pertemuan politik praktis. Saya tidak tepat berbicara kepada Beliau tentang masalah yang sedang berlangsung saat ini. Contohnya, kompetisi yang sedang berlangsung saat ini. Biarkan rakyat untuk menentukan semuanya,'' kata SBY.

Menurut SBY, sudah saatnya elit politik menghormati, apa yang menjadi wilayah kedaulatan rakyat. SBY mengaku, menyampaikan banyak hal kepada Gus Dur. Demikian pula sebaliknya. Di antaranya, tentang pentingnya tetap menjaga kesatuan bangsa agar kokoh di tengah-tengah dinamika politik yang sedemikian rupa.

Selain masalah-masalah nasional, SBY dan Gus Dur juga berdiskusi tentang, bagaimana Indonesia bisa ikut berperan, baik dalam hubungan internasional, seperti situasi di Timteng. Karena Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, memang diminta perannya akan hal itu. Dan diharapkan dapat menyelesaikannya dengan baik. Mereka juga berdiskusi tentang peran Indonesia di kawasan ASEAN berdasarkan kondisi mutakhir kawasan tersebut.

Mega Bertemu Amien

Sementara itu, secara terpisah Megawati beserta rombongannya yang terdiri dari Taufik Kiemas, Sabam Sirait, Pramono Anung, semalam bertamu ke rumah dinas Amien Rais, di Jl Widya Chandra IV No. 16 Jakarta Selatan.

Rombongan Mega tiba pada pukul 20.27 WIB. Begitu tiba, mereka langsung disambut Hatta Rajasa dan AM Fatwa. Pada pukul 21.33, pertemuan tersebut selesai. Para wartawan berusaha menanyai Mega dan Taufik, tapi keduanya tidak banyak berkomentar atas pertemuan tersebut. Sementara itu, Pramono hanya mengatakan bahwa pertemuan itu untuk membahas masa depan demokrasi.

''Saya ambil alih,'' kata Amien Rais, begitu para wartawan tidak mendapatkan komentar yang memadai dari Megawati dan Taufik Kiemas.

Diawal keterangan persnya, Amien mengatakan bahwa pertemuannya dengan Mega sama sekali tidak menghasilkan satu komitmen pun. ''Saat Pak SBY datang ke rumah saya di Yogya, juga tidak ada komitmen,'' kata Amien.

Amien menegaskan bahwa dirinya tidak mau melangkah atau memutuskan sendirian, sebelum berbicara dengan ''teman-temannya'' di PAN. Menurut Amien, DPP PAN baru akan menggelar rapat pleno dengan melibatkan seluruh pimpinan wilayah, setelah 17 Agustus mendatang.

Amien mengaku, ada opsi-opsi yang akan mengemuka, yaitu tidak memilih atau golput, walaupun itu makin mengecil kemungkinannya. Kemudian opsi mengambil sikap oposisi di parlemen sebagai watchdog, serta ikut dalam kabinet sebagai bagian dari koalisi. ''Opsi-opsi itu yang akan dibicarakan pada pleno mendatang. Saya tidak ingin memaksakan pendapat saya, dan keputusan itu nantinya akan diberikan kepada publik,'' kata Amien.

Sama Baiknya

Saat ditanya, apakah ada pembicaraan mengenai susunan kabinet mendatang. Amien menegaskan, tidak ada sama sekali pembicaraan ke arah itu. Menanggapi pertanyaan, tentang mana yang lebih baik antara visi yang dikemukakan SBY dan Mega mengenai bangsa ini ke depan, Amien mengatakan, keduanya hampir sama.

Saat Amien akan menyudahi konferensi persnya, wartawan masih menyelipkan pertanyaan, apakah kedatangan Megawati ke rumah dinasnya tersebut ada kaitannya dengan Muhammadiyah. ''Yang Muhammadiyah, kan bapaknya Mega (Soekarno-Red),'' jelas Amien.

Mengenai masalah apa saja yang dibicarakan saat pertemuan, Amien mengatakan bahwa pertemuan itu, diwarnai hal-hal yang ringan, seperti saling menceritakan pengalaman masing-masing. ''Kan, baru saja pulang umroh, dia bilang waktu umroh panas. Saya juga bilang panas. Dia bilang kalau nginep di guest house istana, tapi saya nginep di hotel biasa, jadi ada ger-geran seperti dulu,'' kata Amien.

Mengenai komitmen, sekali lagi Amien menegaskan bahwa dirinya tidak akan menipu publik. Segala sesuatunya akan diserahkan kepada pleno DPP. ''Setelah pleno lengkap, baru saya akan melangkah. Itu bisa saja saya miring ke SBY atau miring ke Megawati, tapi itu tunggu tanggal mainnya,'' kata dia.

Amien juga mengatakan kepada Megawati, walaupun dirinya adalah ketua umum partai, dirinya tidak mau memaksakan atau merekayasa kehendaknya. ''Ini semua dilakukannya demi pendidikan demokrasi.''(F4-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA