| Rabu, 11 Agustus 2004 | INTERNASIONAL |
Najaf Digempur dari Darat dan UdaraNAJAF - Pasukan Amerika menggempur milisi Syiah dari udara dan darat di Najaf, kota suci Irak, Selasa kemarin. Tentara AS menggunakan pengeras suara untuk mendesak para pejuang Irak yang terkepung menyerah. Helikopter-helikopter tempur AS menyerang posisi-posisi di sekitar kota tempat Imam Ali dimakamkan, yang menjadi benteng para milisi Tentara Mahdi pimpinan Moqtada al-Sadr. Milisi tersebut telah bertempur dengan Marinir Amerika selama enam hari. Namun dalam sutu langkah untuk membantu pemerintah yang kekurangan uang, Irak diperkirakan akan memulai lagi ekspor minyak Rabu ini setelah negara itu menutup salah satu dari dua pipa yang menyalurkan bahan bakar ke terminal di Irak selatan, kata pejabat South Oil Company. Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap serangan gerilya. Sebuah pipa saluran ekspor besar ditutup Senin lalu setelah diserang. Namun pipa itu hanya menderita kerusakan kecil dan dapat dioperasikan secara normal Rabu ini, bersama dengan pipa yang lebih kecil, kata pejabat itu kepada Reuters. Bentrokan pecah di Kota Sadr, pinggiran Bagdad, ketika para pejuang mengabaikan larangan keluar rumah malam hari yang diperintahkan Pemerintah Sementara Irak. Gerilyawan juga menembakkan mortir sekitar tengah hari di Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sumber Daya Air, kata saksi mata. Belum jelas apakah ada korban dalam serangan mortir tersebut. Sementara itu dari Kairo, sumber-sumber kepolisian melaporkan empat bom mortir ditembakkan ke markas kontingen militer Jepang yang menempati Kota Samawa di Irak selatan. Menurut sumber-sumber itu, tidak ada korban jiwa. Kontingen Jepang di Irak jarang mendapat serangan. Bulan lalu, kelompok al-Tawhid wal Jihad pimpinan Abu Musab al-Zarqawi mengancam akan melakukan serangan terhadap militer Jepang jika negara itu tidak menarik mundur kontingennya dari Irak. Sandera Yordania Bebas Dari Amman seorang pejabat mengatakan, dua sopir truk Yordania yang diculik di Irak bulan lalu dibebaskan di Bagdad, Senin lalu. Mereka dibawa ke sebuah rumah sakit Yordania di kota bergolak Fallujah yang berdekatan. ''Mereka dibebaskan berkat usaha penengah,'' kata pejabat itu tanpa penjelasan terinci lebih lanjut. Sopir-sopir itu, yang diidentifikasi sebagai Fayez Saad al-Adwan dan Ahmad Salameh Hussein, diculik pada 26 Juli. Perusahaan tempat mereka bekerja, Daud and Partners, telah mengumumkan bahwa mereka menghentikan operasi di Irak sesuai dengan tuntutan penculik demi keselamatan sopir-sopir tersebut. Saudara Adwan, Omar, menyatakan telah berbicara dengannya di telepon dan dia berada dalam kondisi sehat. (rtr-ben-ant-46) |