| Rabu, 11 Agustus 2004 | INTERNASIONAL |
Ledakan Guncang Istanbul, Dua TewasISTANBUL - Beberapa ledakan mengguncang dua hotel di daerah wisata Istanbul, Selasa pagi, menewaskan dua orang dan melukai 10 lainnya, dalam apa yang dikatakan kepala polisi kota itu sebagai serangan ''teror''. Tayangan televisi memperlihatkan petugas pertolongan darurat sedang membawa korban ke ambulans yang sudah menunggu di tempat salah satu ledakan. Pecahan kaca dan puing berserakan di jalan. Kepala Polisi Istanbul Celalettin Cerrah mengatakan kepada kantor berita Anatolia bahwa ledakan di hotel tersebut terjadi pukul 02.00 waktu setempat. Anatolia melaporkan dua orang tewas dan 10 terluka dalam kedakan tersebut. ''Ini kelihatan seperti serangan teroris,'' kata Cerrah kepada wartawan di tempat salah satu ledakan. Beberapa perwira di markas polisi tak bersedia memberi perincian mengenai ledakan tersebut. Dua orang yang belum diketahui identitasnya tewas dalam salah satu ledakan di lantai tiga Hotel Pars, Laleli, Istanbul. Bom di Kamar Hotel Staf hotel mengatakan seseorang menelepon 10 menit sebelum ledakan dan mengatakan terdapat bom di salah satu kamar hotel itu. Terdapat 37 tamu di hotel berlantai enam tersebut saat ledakan terjadi. Ledakan lain terjadi di lantai dua Hotel Holiday di wilayah wisatawan kondang, Sultanahmet. Terdapat 20 orang di hotel itu saat ledakan. Kantor berita Anatolia melaporkan, ledakan di stasiun pompa bensin tersebut terjadi menyusul pemberitahuan melalui telepon mengenai adanya bom, dan seorang pegawai perusahaan mengatakan penyusup telah merusak pagar di kompleks itu. ''Orang ini meletakkan dua bom di tempat penyimpanan. Bom tersebut meledak dengan selang waktu 30 menit. Terjadi kebocoran gas, tapi kami menghentikannya dan sekarang tak ada ancaman bahaya,'' kata Tayfun Demiroren. Empat orang sedang bekerja di dalam kompleks itu saat ledakan terjadi, tapi mereka selamat. Lebih dari 60 orang tewas dalam serangan bom jibaku terhadap sasaran Yahudi dan Inggris di kota tersebut, November lalu. Serangan itu dilancarkan oleh satu kelompok yang memiliki hubungan dengan Al Qaedah.(ant-46) |