| Rabu, 11 Agustus 2004 | INTERNASIONAL |
Salem Tetap Supervisor Sidang SaddamLONDON - Salem Chalabi, ahli hukum yang oleh AS ditunjuk sebagai supervisor sidang pengadilan terhadap mantan presiden Saddam Hussein berjanji meneruskan tugasnya sekalipun dituduh terlibat kasus pembunuhan. Seorang hakim Irak telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Salem dan Ahmad Chalabi, bekas sekutu AS yang gagal menjadi pemimpin Irak pasca-Saddam. Ahmad Chalabi, yang katanya pernah bekerja untuk CIA (dinas intelijen AS) pada masa Saddam berkuasa, disingkirkan oleh AS sendiri gara-gara dianggap menyesatkan negara adi kuasa itu. Sebab, informasi intelijen dari dialah yang mendorong pemerintahan Presiden George W Bush melancarkan invasi ke Irak, Maret-April 2003 lalu. Belakangan, informasi Chalabi - yang menyebutkan Saddam punya senjata pemusnah massal - tidak benar. Salem Chalabi, yang tinggal di London, kepada para wartawan mengatakan: ''Tampaknya ada unsur politis dalam tuduhan yang dilemparkan kepadaku. Aku jadi khawatir pada masa depan Irak.'' Dia dicari sehubungan dengan kasus pembunuhan terhadap seorang pejabat tinggi Kementerian Keuangan Irak, awal tahun ini. Pamannya, Ahmad Chalabi, menghadapi tuduhan terlibat dalam pengedaran uang palsu. Salem Chalabi (41), ahli hukum terlatih yang berbicara bahasa Inggris dengan aksen Amerika, menggambarkan tuduhan yang dikenakan terhadapnya sebagai ''lucu''. ''Saya sengaja melepas jabatan yang penuh tantangan dan bergelimang uang di sebuah firma hukum, untuk pulang ke tanah air guna membantu membangun kembali sistem hukum Irak,'' katanya. ''Tiba-tiba, saya dikenai tuduhan berat semacam ini. Sungguh konyol kan?'' Menurutnya, hakim yang mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut sebelumnya pernah mengkritik prosedur yang ditetapkan untuk mengadili Saddam. Merasa Difitnah Salem mengaku takut jiwanya terancam jika kembali ke Irak sekarang, tetapi dia katanya pasti akan pulang andaikata merasa aman. Dia berjanji meneruskan tugasnya sebagai supervisor pengadilan Saddam. Mantan presiden itu bisa dikenai hukuman mati, jika dinyatakan bersalah. ''Orang merasa bisa memfitnahku lewat tuduhan palsu, dengan harapan aku mengundurkan diri sebagai supervisor. Tetapi, aku tidak berniat mengundurkan diri. Tak ada yang bisa mengubah keputusan ini,'' katanya. Dia mengingatkan, pengadilan atas diri Saddam tetap akan berjalan seperti dijadwalkan, meskipun dirinya tidak bisa hadir. Menurutnya, pendukung Saddam dan eks anggota Partai Baath ingin melihatnya mati, sehingga sidang pengadilan itu batal. Merasa yakin namanya akan dibersihkan dari tuduhan pembunuhan tersebut, dia menyatakan akan kembali ke Irak beberapa pekan lagi, bahkan mungkin lebih cepat, begitu pamannya kembali. Ahmad Chalabi sekarang berada di Iran. Dilahirkan di Bagdad dari suatu keluarga kaya, Salem Chalabi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di pengasingan di luar negeri. Dia kuliah di universitas-universitas beken AS, termasuk Yale, Columbia, dan Northwestern, sebelum bekerja di firma hukum grup Clifford Chance. (ap/yahoo-ed-30) |