logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 INTERNASIONAL
Line

Kerry Jawab Tantangan Bush

GRAND CANYON - John F Kerry, kandidat presiden AS dari kubu Partai Demokrat, mengatakan andaikata dia Presiden Bush maka dirinya akan meminta persetujuan Kongres untuk menginvasi Irak pada Maret 2003.

Senator Massachusetts itu, yang kemarin berkampanye di Grand Canyon, ditanya oleh wartawan tentang bagaimana sikapnya jika dirinya berada di posisi Bush, menjelang invasi ke Irak.

Dia pun menjawab: ''Saya akan menjawabnya langsung. Ya, saya pasti meminta mandat dari Kongres. Saya yakin, presiden memang punya wewenang untuk menginvasi suatu negara. Tetapi, kalau saya, saya akan menggunakan otoritas itu dengan efektif.''

Berbicara pada para wartawan dari Powell's Landing di tepi Grand Canyon, dia juga mengatakan pengurangan jumlah serdadu Amerika di Irak pada Agustus mendatang, merupakan tujuan yang akan dicapainya.

''Tujuan, diplomasi, kenegarawanan saya adalah mengurangi jumlah personel pasukan kita. Dan saya yakin, kalau seseorang memanfaatkan kenegarawannya secara wajar, orang itu akan mengurangi jumlah pasukan kita di Irak,'' katanya.

Berdasarkan rencana Kerry, kalau dia terpilih jadi presiden pada pemilu November mendatang, jumlah personel militer Amerika - yang kini tercatat 138.000 orang - akan dikurangi besar-besaran pada Agustus 2005.

''Yang pasti, saya yakin bakal lebih berhasil daripada Presiden Bush dalam mengurusi masalah ini. Pengurangan pasukan pada Agustus 2005, merupakan tujuan yang akan coba saya capai,'' katanya.

Pertanyaan Nyata

Kerry menolak mengatakan apakah dia punya jaminan pribadi dari negara-negara Eropa atau Arab, bahwa negara-negara itu akan membantu memulihkan keamanan dan pembangunan kembali Irak.

Pekan lalu, Bush menantang Kerry untuk mengatakan secara langsung, apakah dia akan meminta mandat dari Kongres hanya untuk menyingkirkan Saddam Hussein, yang diduga mempunyai senjata-senjata pemusnah massal (nuklir, kimia, kuman, dan rudal balistik).

Kubu Republik menuduh kandidat Demokrat itu tidak konsisten dalam menanggapi isu Irak. Sebab, dia diketahui mendukung resolusi untuk melancarkan perang, tetapi sebaliknya juga menentang permohonan pemerintahan Bush untuk mendapatkan dana operasi militer 87 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.600 triliun).

''Sekarang, ada pertanyaan yang sama. Presiden selaku panglima AB AS, perlu menjawab dengan jelas, ya atau tidak,'' tantang Bush. ''Musuh saya belum menjawab pertanyaan, apakah dia - setelah tahu apa yang saya ketahui - akan mendukung invasi ke Irak.''

''Saya ingin memberikan jawaban,'' kata Bush. ''Kami telah melakukan hal yang benar. Dan dunia pun lebih baik karenanya,'' kata sang presiden, pada waktu itu.

Dan kata-kata Kerry di Grand Canyon tersebut, adalah jawaban langsungnya atas pertanyaan Bush itu. Dia bahkan balik menantang sang presiden dari kubu Republik itu untuk menjawab beberapa pertanyaan.

Pertanyaan yang dia sampaikan adalah: mengapa Bush terburu-buru melancarkan invasi tanpa mengupayakan rencana damai, mengapa Bush membohongi rakyat Amerika tentang dalih invasinya, dan mengapa presiden itu tidak berunding dulu dengan negara lain.

''Pertanyaan-pertanyaan itu bukan bersifat hipotetis seperti pertanyaan yang diajukan presiden. Pertanyaan-pertanyaan itu nyata, menyangkut masalah rakyat Amerika. Dan saya harap Anda menjawabnya, sebab rakyat Amerika wajib mendapatkan jawaban,'' kata Kerry. (ap/yahoo-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA