| Rabu, 11 Agustus 2004 | EKONOMI |
Jepara Usung Tenun, Monel dan FurnitureHANYA bermodal awal Rp 1 juta, dua di antara tiga perusahaan yang mewakili kabupaten Jepara di Jateng Expo 2004 di kompleks PRPP, bertempat di bale Sindoro ternyata mampu meraih sukses. Hasil itu diraih melalui kerja keras dan keuletan pemilik ditambah dengan tenaga kerja yang andal. Perusahaan itu adalah Wanakarya Furniture, Accessories Monel, dan Lestari Indah. Saat ini Wanakarya Furniture sudah mampu memiliki omzet produksi sebesar Rp 75 juta hingga 80 juta, dengan jumlah tenaga kerja 69 orang. Daerah pemasaran produknya mencapai Jerman, Italia, Swedia, Kanada, dan Belgia. Dalam satu bulan mereka mampu mengekspor sekitar 6 kontainer berukuran 40 feet untuk produk garden furniture, gasebo, indoor furniture, dan handicraft. Untuk lokal, pemasarannya meliputi Jakarta, Bali, dan Surabaya. Produk furniture yang ditawarkan adalah meja ikan (meja tamu dengan hiasan berbentuk ikan yang diukir), kursi sofa, meja telepon, dan jam dinding. Bahan baku yang digunakan adalah kayu jati dan kayu mahoni, dengan bahan baku pendukung kuningan. Kuningan digunakan untuk pembuatan jam dinding. Accessories Monel, saat ini sudah beromzet Rp 10 juta dalam satu bulan. Produk yang ditawarkan antara lain cincin, kalung, anting-anting, gelang, liontin. Biaya bahan baku yang dikeluarkan mencapai Rp 1,5 juta/bulan untuk membeli bahan baku baja putih (stainless) sebanyak 10 kg hingga 100 kg. Daerah pemasaran produk meliputi Semarang, Yogya, Solo, dan Medan. Lestari Indah menghadirkan produk tenun ikat, yang terdiri atas dua jenis, yaitu Ikat Pakan dan Ikat Lusi.Daerah pemasarannya meliputi Bali, Surabaya, Yogya, Jakarta, Palopo (Sulawesi), Balikpapan, Pontianak, Medan, dan Palembang. (Hernandhono-82) |