| Rabu, 11 Agustus 2004 | BANYUMAS |
PDAM Akan Naikkan Tarif Dasar Air 10%CILACAP- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Cilacap akan menaikkan tarif dasar 5% bagi pelanggan rumah tangga dan sosial serta 10% bagi pelanggan industri. Usul kenaikan tarif akan segera diajukan ke DPRD. Hal itu dikemukakan Direktur Utama PDAM Cilacap, Drs H Budi SG Handoko MM, kemarin. Dia menyatakan terpaksa mengusulkan kenaikan tarif karena biaya operasional terus meningkat. Saat ini perusahaan harus menyubsidi pelanggan rumah tangga Rp 950/l dan pelanggan sosial Rp 1.150/l. Sebab, pelanggan rumah tangga hanya dikenai tarif Rp 800/l. Adapun pelanggan sosial Rp 600/l. Padahal, tarif sebenarnya Rp 1.750/l. Pelanggan yang harus disubsidi 29.000. PDAM juga harus mengembalikan pinjaman luar negeri Rp 75 miliar. Pinjaman itu untuk memperluas jaringan. Sebab, PDAM selalu dituntut memenuhi kebutuhan air seluruh pelanggan. Padahal, permintaan pelanggan setiap tahun meningkat. Sementara itu, PDAM belum mampu meningkatkan volume produksi. Dia mengemukakan permintaan kalangan industri akhir-akhir ini juga meningkat. PDAM kini juga harus memasok air bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkandri 2.000 m3/hari. ''Suplai 2.000 m3/hari itu baru untuk memenuhi kebutuhan minimal PLTU. Setelah pembangkit beroperasi, air yang dibutuhkan jelas bertambah,'' katanya. Kerja Sama Dia menyatakan pemasangan jaringan pipa ke lokasi PLTU telah selesai. Sekarang PDAM dapat mengalirkan air ke proyek itu. Namun meski permintaan dari kalangan industri meningkat ternyata belum dapat menutup subsidi ke pelanggan rumah tangga dan sosial. ''Total tagihan rekening air yang harus dibayar PLTU setiap bulan antara Rp 400 juta dan Rp 500 juta,'' kata Budi. Namun, kata dia, PDAM harus menunda pemasangan jaringan instalasi ke calon pelanggan dari kalangan rumah tangga. Hal itu terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Cilacap bagian timur. ''Sampai saat ini kami belum dapat melayani seluruh kebutuhan air masyarakat di Cilacap bagian timur. Sebab, kapasitas produksi instalasi air milik kami di Maos hanya 35 l/detik.'' Untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah timur, salah satu instalasi PDAM di Kesugihan akan dipindah ke Maos. Kapasitas produksi instalasi itu 50 l/detik. Jadi kapasitas keseluruhan instalasi PDAM Maos menjadi 85 l/detik. Untuk menambah kapasitas produksi instalasi di Kesugihan, PDAM akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Kelak pihak ketiga yang membangun instalasi baru berkapasitas minimal 100 l/detik. Bila itu terwujud, kapasitas instalasi di Kesugihan menjadi 385 l/detik. ''Sudah ada pihak ketiga menawarkan kerja sama pada kami. Dalam waktu dekat mereka akan memaparkan di depan direksi. Bila direksi oke, kami akan meminta mereka memaparkan di depan Bupati.'' (ag-86) |