logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Agustus 2004 PANTURA
Line

Kebakaran Kios Bensin karena Kelalaian

  • Penghuninya Dua Janda Tua

PEMALANG - Kebakaran yang menghabiskan rumah sekaligus kios bensin di Jalan Pemuda, Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang, Sabtu (7/8) lalu, adalah kejadian biasa, tidak ada unsur kesengajaan. Hasil pemeriksaan aparat di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran itu merupakan akibat dari kelalaian pemilik kios.

Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kapolsek Pemalang Kota AKP Djumirin mengatakan, pihaknya menganggap peristiwa tersebut adalah musibah murni. Penyebabnya, pemilik kios tidak memperhitungkan jarak antara tungku api dan kios bensin, sehingga ketika ada uap bensin, api dari tungku itu langsung menyambarnya.

"Itu musibah murni yang disebabkan oleh kelalaian. Tidak ada unsur kesengajaan. Apalagi pemiliknya adalah dua orang janda yang kurang pengalaman dalam mengelola kios bensin," katanya, kemarin.

Seperti diberitakan (SM, 8/8), kios bensin di Jalan Pemuda itu ludes terbakar, Sabtu (7/8) pukul 06.50. Kejadian itu berawal ketika pemilik kios, Ny Karni (52), sedang menuang bensin dari jerigen ke dalam wadah literan. Padahal saat itu tungku sedang menyala dan ditunggui oleh ibunya, Ny Daumi (70).

Berjarak 1,5 Meter

Saat itu api menyambar ke arah uap bensin yang hanya berjarak satu setengah meter, dan akhirnya terjadilah kebakaran itu. Dalam musibah itu tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka. Namun Karni menanggung kerugian yang tidak kecil dari bangunan kios yang ludes dilalap api bersama isinya itu.

Dia mengatakan, sejak suaminya meninggal, dia tinggal di kios itu bersama ibunya. Tidak ada penghuni lain selain dia dan ibunya sehingga ketika terjadi kebakaran, kedua perempuan tua itu tidak mampu berbuat apa-apa.

Kendati warga berhasil memadamkan api pada pukul 07.25, bangunan beserta harta benda yang ada di dalamnya hangus tak bisa diselamatkan.

Dia berjualan bensin eceran itu sudah lima tahun. Selama itu tidak ada musibah apa-apa. Baru kali ini dia mengalami kebakaran. Dia merencanakan akan membangun kios lagi bila kelak mempunyai modal, atau pulang ke kampung asalnya di Moga, Pemalang. Harta bendanya yang terbakar antara lain pesawat televisi 20 inci, perhiasan emas 10 gram, uang tunai Rp 200.000 dan sebuah sepeda mini.

Kios yang terbakar itu dibangun di atas tanah bukan miliknya, namun sudah seizin yang berhak atas tanah tersebut. (sf-34n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA