| Senin, 09 Agustus 2004 | OLAHRAGA |
Sepak PojokDel Neri Sangkal Tak DisiplinPORTO- Luigi del Neri mengaku kecewa karena karier pertamanya di luar Italia berakhir sebelum kompetisi dimulai. Del Neri semakin jengkel lantaran dipecat oleh juara Portugal yang juga juara Liga Champions 2004, FC Porto karena dianggap tidak disiplin. Pelatih yang sukses mengangkat Chievo Verona dari klub gurem menjadi salah satu tim tangguh Seri A Liga Italia itu membantah jika pemecatan tersebut dipicu oleh seringnya dia mangkir saat memimpin latihan. Konon alasan pemecatan yang sebenarnya adalah karena program latihan Del Neri tidak disenangi oleh sekelompok pemain Porto. Dalam turnya di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, Porto menang 1-0 atas Liverpool dan kalah 1-2 dari Galatasaray. Del Neri dikontrak Porto dua bulan lalu untuk menggantikan Jose Mourinho yang hengkang ke Chelsea. (ant-77) Chevanton Menangkan Monaco PARIS- Javier Ernesto Chevanton memulai kariernya di Prancis dengan gemilang. Penyerang internasional Uruguay itu langsung mencetak gol pada debutnya bersama AS Monaco. Dia bahkan mengemas gol perdana itu ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Melakukan manuver melewati dua bek lawan, Chevanton melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang tak mampu dihalau penjaga gawang. Gol tersebut juga menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan St Etienne versus Chevanton yang digaet dari Lecce, kini ditemani penyerang asal Sierra Leone yang juga alumnus Seri A, Mohammed Kallon. (ant-77) Milutinovic Latih Al Sadd ABU DHABI- Pelatih yang pernah membawa lima tim berbeda ke Piala Dunia, Bora Milutinovic, memutuskan untuk bergabung dengan juara Liga Qatar, Al Sadd. Pelatih asal Serbia ini dikontrak selama satu tahun. Milutinovic mengatakan, melatih Al Sadd adalah sebuah peluang yang sangat bagus. Apalagi klub itu merupakan tim yang sangat ambisius untuk menjadi juara. Selama lima kali Piala Dunia, Milutinovic berhasil membawa tim-tim yang berbeda ke putaran final, yakni Meksiko pada tahun 1986, Kosta Rika (1990), Amerika Serikat (1994), Nigeria (1998) dan China (2002). Sukses terbesarnya adalah ketika dia membawa Meksiko ke perempat final. (ant-77) Romario Ditangkap Polisi RIO DE JANEIRO - Bintang sepak bola Brasil, Romario ditangkap oleh polisi di rumahnya di Rio de Janeiro, Sabtu (7/8) setelah mantan istrinya menuduh dia ingkar janji dalam pembayaran dukungan dana bagi dua anaknya. Romario (38), anggota tim Piala Dunia 1994, memiliki kewajiban kepada mantan istrinya, Monica Santoro sekitar 15 ribu euro untuk membiayai dua anaknya. Pemain itu ditahan selama enam jam di kantor polisi, namun kemudian dibebaskan setelah didengar keterangannya. Perintah tangkap dikeluarkan oleh polisi terhadap Romario Rabu (4/8) lalu. Sebenarnya dia sudah membayar tunjangan untuk mantan istrinya itu pada hari Jumat, namun pengacaranya lupa memberitahu pengadilan. Bersama Santoro, mantan foto model, Romario memiliki dua anak. Romario terlibat dalam percekcokan mengenai pembayaran tunjangan terhadap mantan istrinya itu selama beberapa tahun. Santoro mengklaim Romario terus-menerus terlambat membayarkannya. Romario yang tidak punya anak dari istri lainnya mengatakan, dia membayar kepada mantan istrinya itu lebih dari cukup, yakni 8.000 euro sebulan dan selalu tepat waktu. (ant-77) |