logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Perjudian Dapat Dilokalisasi

SEMARANG- Setelah penutupan togel, pemerintah diharapkan segera menyediakan lapangan pekerjaan bagi anggota masyarakat yang telanjur menggantungkan hidupnya pada judi tersebut. Langkah itu dilakukan agar perjudian tidak kembali merebak dan warga dapat hidup normal dengan aturan yang ada.

Pada bagian lain, konsistensi aparat menutup perjudian juga sangat diharapkan agar penutupan itu tidak hanya sekadar hangat-hangat tahi ayam.

Demikian pendapat yang disampaikan Rektor Universitas Diponegoro Prof Ir Eko Budihardjo MSc dan Rektor IAIN Walisongo Prof Dr Abdul Djamil MA, kemarin.

Prof Eko mengemukakan, pada dasarnya pemerintah dapat melokalisasi judi agar kegiatan itu tidak meluas hingga ke semua lapisan masyarakat. Selain itu untuk mengatasi masalah perjudian, yang utama sebenarnya adalah penyediaan lapangan pekerjaan. Sebab, kebanyakan orang yang terlibat perjudian ataupun prostitusi adalah karena terimpit persoalan ekonomi. ''Mencari kerja susah. Itu alasan mereka,'' ujar dia di Balai Kota Semarang.

Perjudian dan praktik pelacuran memang susah dihapuskan. Di luar negeri juga ada perjudian. Di Malaysia ada kompleks perjudian tersendiri di Genting Highland, sedangkan di Jepang di tepi-tepi jalan merebak perjudian. Karena sifatnya sama dengan pelacuran, perjudian tak bisa dihapuskan begitu saja dan karena itu harus ada pengaturan. ''Pengaturan itu dapat dilakukan dalam bentuk lokalisasi perjudian,'' katanya.

Kalau togel, ujar dia, memang harus dihapuskan walaupun nantinya ada lokalisasi perjudian bagi mereka yang kaya dan gemar judi. Sebab, judi jika hanya sekadar dilarang akan muncul diam-diam.

Dalam pengaturannya, mereka yang masuk ke lokalisasi harus benar-benar diseleksi dan orang-orang tertentu. Dia mencontohkan, di Malaysia pegawai negeri, tentara, dan anak kecil tak boleh masuk ke lokalisasi itu.

Ke Bos Judi

Lebih lanjut Prof Eko mengatakan, orang lapar itu gampang marah. Bila judi togel ditutup --padahal itu pekerjaan utama mereka--, maka dapat menyebabkan beringas kalau mereka tidak disediakan peluang pekerjaan yang lain. ''Jadi tidak boleh sekadar togel ditutup namun tidak ada upaya mencarikan alternatif pekerjaan lain,'' tandasnya.

Hal senada disampaikan Rektor IAIN Walisongo Prof Dr Abdul Djamil MA. Dia menekankan, penanganan judi merupakan persoalan yang pelik dan tidak bisa diurai hanya dalam waktu singkat. Sebab, posisi mereka sudah mengakar dalam waktu lama.

Menanggapi penyediaan lapangan kerja bagi mereka yang sebelumnya bekerja di perjudian, Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip SH SE mengemukakan, hal itu sudah dia sampaikan kepada mereka yang menganggur agar sabar dan tidak terus marah dan berbuat kekerasan.

''Penutupan judi togel jangan sampai menimbulkan kesan hanya untuk mengalihkan perhatian. Saat ini sebenarnya ada kasus yang lebih besar, terutama berkaitan dengan pemilu presiden dan wakil presiden, yaitu pengungkapan kasus VCD Banjarnegara,'' ungkap Ketua Partai Demokrat Jateng H Subyakto SH MH.

Di depan sejumlah kadernya dalam acara pemantapan menghadapi pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua, dia menekankan, harus dapat membedakan antara tindakan yang benar-benar untuk kepentingan masyarakat dan tindakan untuk kepentingan politis. Dalam hal ini, masalah VCD hendaknya dituntaskan dan jangan sampai kasusnya ''tenggelam'' setelah ada sejumlah pernyataan soal pemberantasan penyakit masyarakat.(A14,G17-69j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA