| Senin, 09 Agustus 2004 | NASIONAL |
Jabatan Kepala BIKK DiserahterimakanSampaikan Informasi secara BenarSEMARANG- Jabatan Kepala Badan Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan (BIKK) Pemprov Jateng, Minggu (8/8), resmi diserahterimakan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Pejabat lama, Drs Anwar Cholil, menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Pengawas Pemprov Jateng. Adapun pejabat baru, Drs Srimoyo Tamtomo SH MM, sebelumnya adalah Sekda Sragen. Acara yang digelar di lantai lima Hotel Pandanaran tersebut cukup gayeng. Sebab, tak sekadar seremonial penyerahan jabatan. Dalam acara itu, banyak tamu undangan yang bernyanyi dengan diiringi solo organ. Gubernur beserta istri, Ny Effi Mardiyanto, Wagub beserta istri, Ny Zaimatun Ali Mufiz, dan para pejabat di jajaran Pemprov hadir dalam acara tersebut. Selain itu, para pemimpin media di Semarang dan wartawan juga diundang. Srimoyo dalam sambutannya mengatakan, akan menerapkan dua manajemen saat bertugas, yakni ke dalam dan ke luar. ''Untuk ke dalam, sambil menyesuaikan diri, saya akan berupaya meningkatkan sumber daya, sedangkan ke luar menjalin kerja sama yang sinergis dan koordinatif dengan berbagai pihak,'' kata dia. Dia sangat terkesan atas visi di BIKK, yakni mewujudkan masyarakat Jateng yang informatif dan komunikatif. ''Ini sebuah visi yang adi luhung.'' Secara Benar Moyo, sapaan akrab Srimoyo, mengatakan, penyampaian informasi perlu dilakukan secara benar. Selain itu, dilakukan komunikasi yang benar pula. Dia pun, dengan mengutip sebuah ayat Alquran, mengatakan, perlu saling menasihati dalam kesabaran dan kebenaran. Pejabat lama, Anwar Cholil, justru melontarkan sebuah usulan yang menarik. Menyadari tugas berat seorang kepala BIKK, mantan Kepala Badan Arsip Daerah tersebut mengusulkan ada jabatan wakil kepala BIKK. ''Nanti tugas eksternal diurusi kepala, sedangkan yang internal wakil.'' Mantan Sekretaris Bappeda tersebut menambahkan, ada obsesi BIKK yang perlu segera terwujud, yakni pembangunan Gedung Pers di Jl Trilomba Juang Mugas yang lebih baik. ''Secara teknis masalah ini sudah kami serahkan ke Dinas Kimtaru untuk mengusulkan anggarannya ke APBD,'' kata pejabat yang sudah berpengalaman selama 16 tahun di Badan Pengawas Provinsi Jateng tersebut. Gubernur berpesan, pergantian pejabat bukan berarti pemutusan mata rantai. Sebab, segala sesuatunya sudah terbangun dalam satu sistem, dalam program jangka pendek, menengah, dan panjang. Dia juga berpesan, hendaknya BIKK memiliki akses yang kuat dengan elemen masyarakat, media, dan lembaga-lembaga yang lain. ''Kepada pejabat yang baru, saya berpesan, untuk segera menyesuaikan diri dan mengoptimalkan segala sumber daya. Selain itu, menyempurnakan program yang masih kurang dan meningkatkan yang sudah berhasil,'' kata Gubernur. (G7-78t) |