logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Agustus 2004 NASIONAL
Line

PPP Kawal Mega-Hasyim

  • SBY Segera Temui Akbar Tandjung

JAKARTA- Dalam upaya mendekatkan diri kepada pemilih, banyak cara yang dilakukan capres dan cawapres. Megawati, misalnya, terpaksa menunda kepulangannya setelah umrah, karena harus bertemu dengan warga Indonesia di Jeddah.

Menurut seorang WNI yang menetap di Arab, pertemuan itu digelar Minggu kemarin pukul 10.00 waktu setempat, di rumah Konjen RI Jeddah.

Pesaingnya, SBY, tak mau tertinggal. Dia punya cara tersendiri mendekati pemilihnya. Capres dari Partai Demokrat ini ha1dir dalam acara rapat koordinasi ''SBY Fans Club'' se-Indonesia. Rapat koordinasi dibuka SBY di PT Wahana Bakti Utama, Jakarta Selatan, Minggu (8/8).

Dalam acara santai, SBY melantunkan lagu kesayangannya "Tak Ada Dusta di Antara Kita".

Sementara itu, Mega-Hasyim oleh tim sukses akan diterjunkan ke daerah-daerah yang menjadi kantong pemilih PPP. Saat ini sedang dirancang mengenai rencana kunjungan pasangan tersebut.

Menurut Sekretaris DPP PPP, Drs Lukman Hakim Syaifuddin, kunjungan Mega dan Hasyim sebagai bagian dari tindak lanjut keputusan DPP PPP yang mendukung pencalonan mereka, sesuai dengan amanat dari rapimnas. Kunjungan itu juga untuk lebih menyosialisasikan visi-misi dan program kedua calon tersebut secara langsung.

''Kami siap mengawal Mega-Hasyim. Kini sedang dirancang, daerah-daerah kantong PPP yang akan dikunjungi. Karena tidak mungkin semua kantong PPP akan didatangi. Perlu pemilihan secara selektif,'' kata Lukman Hakim.

Menurutnya, tentu ada pengurus pusat dan wilayah yang ikut terjun bersama dalam kunjungan Mega - Hasyim tersebut.

''Dari PPP tentu akan ada yang mendampingi Mega dalam kunjungan itu, baik dari pengurus wilayah maupun pusat,'' tambahnya.

Mengenai sejauh mana keputusan DPP PPP yang mendukung Mega-Hasyim itu telah disosialisasikan, Lukman menjelaskan, sekarang sudah dimulai suatu kegiatan untuk menyosialisasikannya. Setiap formatur wilayah bersama dengan seluruh calon legislatif terpilih untuk DPR Pusat terjun ke wilayah masing-masing, untuk menyosialisasikan keputusan DPP tersebut.

''Selain itu, di setiap wilayah masing-masing, ada pertemuan dengan cabang-cabang dan para caleg DPRD provinsi, kabupaten, dan kota untuk melakukan kegiatan yang sama. Jadi, secara berjenjang hal ini dilakukan dari atas sampai ke tingkat bawah.''

Menurutnya, masing-masing pengurus dan caleg terpilih juga bisa melakukan kegiatan dalam rangka sosialisasi tersebut. Juga dalam forum-forum lain, mungkin saja dilakukan kegiatan yang sama.

''Seperti sekarang di Jawa Tengah sedang dilakukan masa orientasi bagi caleg terpilih. Dalam forum itu mungkin saja disosialisasikan juga keputusan DPP yang mendukung Mega-Hasyim.''

Saat menjawab pertanyaan kemungkinan ada warga PPP yang tidak sejalan dengan keputusan DPP, Lukman mengatakan, warga PPP itu jutaan. Jadi, kalau ada satu atau dua yang tidak taat, mungkin saja.

''Tapi, bila di kalangan pengurus PPP pada tingkat masing-masing sudah tersosialisasi secara baik, akan bisa diminimalisasi warga partai yang berpeluang tidak taat itu.''

Kiat SBY untuk meraup dukungan lebih banyak lagi, yaitu dengan mengajukan konsep koalisi terbatas dalam kabinet. Namun hal itu bukan berarti membatasi hubungan dengan elite politik. Karena itu, pekan depan dia akan bersilaturahmi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung.

Bahkan, SBY mengatakan, akan segera membicarakan kemungkinan koalisi dengan Partai Golkar dalam pertemuan pekan depan itu.

''Yang pertama, saya akan bersilaturahmi dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Akbar Tandjung. Sebab, pada putaran pertama pemilihan presiden, banyak anggota Golkar yang memberikan suara kepada saya.''

Seperti diketahui, menurut penelitian Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dan The National Democratic Institute for International Affairs (NDI), SBY mendapat limpahan suara dari simpatisan PKS 24%, Golkar 31%, PKB 28%, dan PD menyokong 88%. PD adalah satu-satunya partai yang mempunyai simpatisan paling setia mencoblos capres dari partai itu. Sementara hanya 55% pendukung Golkar yang memilih Wiranto-Wahid.

Karena itu, SBY membantah jika dianggap menutup diri terhadap para tokoh dan elite politik serta partai politik dalam menggalang dukungan untuk menuju kursi presiden.

''Hanya ketika akan mengadakan pertemuan dengan para tokoh dan elite politik itu saya juga harus berdialog dengan rakyat. Jadi, tidak benar kalau saya menutup diri atau terlalu percaya diri.''

Dia mencontohkan, pada pekan depan pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan sejumlah tokoh politik dan elite parpol seperti Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung, Wiranto, serta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tentu masih memilih waktu dan tempat yang tepat, mengingat masing-masing elite mempunyai kesibukan.

Sebelumnya telah bertemu dengan Ketua Umum DPP PAN Amien Rais.(nas,di-33t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA