logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Agustus 2004 MURIA
Line

Tembakau ''Impor'' Jatuhkan Harga Jual

KUDUS- Masuknya sejumlah tembakau dari luar Jawa Tengah, diperkirakan menyebabkan jatuhnya harga komoditas tersebut untuk pasaran lokal. Kondisi itu disebabkan pasokan tembakau ''impor'' mengakibatkan terjadinya over produksi. Perluasan area tanaman tembakau pada kawasan yang tidak sesuai peruntukannya, juga ditengarai menjadikan mutu bahan dasar rokok tersebut jatuh.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Komisi B DPRD Jateng, Mukson Burhani, ketika mengadakan kunjungan ke kantor pusat Djarum, kemarin. Hadir dalam kesempatan itu dari pihak Djarum, Direktur Produksi Thomas Budi Santoso, Senior Manager Pembelian Tembakau Siqi Santoso, General Service Manager Mulyawan, dan HRD fficer Industrial Relation A Yudho Prihartono. Selain Burhani, kunjungan itu juga diikuti ketujuh anggota Komisi B, eksekutif Pemprov, dan unsur kesekretariatan Dewan.

Lebih lanjut ia meminta, agar pihak Djarum dapat mebeli hasil panen petani tembakau di Jawa Tengah. Sejauh ini ia menilai, mengoptimalkan pembelian sejumlah pabrikan rokok khususnya Djarum, masih dapat ditingkatkan. ''Kami minta agar Djarum dapat semaksimal mungkin membeli tembakau hasil petani di Jawa Tengah,'' katanya.

Menanggapi hal itu, Senior Manager Pemasaran Siqi Santosa menegaskan, pihaknya memang telah menerima sejumlah imbauan agar memprioritaskan pembelian tembakau hasil petani dari Jawa Tengah. Namun ia mengatakan, untuk saat sekarang tembakau yang ada di Jateng bukan murni hasil panen di wilayah ini, tetapi ada juga yang berasal dari luar provinsi.

Sejak 1988, sebelum musim tanam tembakau dimulai, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, tentang jumlah tembakau yang dibutuhkan pada satu periode produksi. Untuk kebutuhan tembakau 2004, PT Djarum telah memberikan perkiraan jumlah komoditas tersebut sejak September 2004.

''Untuk pembelian tahun ini akan dapat digunakan pada 2006 mendatang. Hal tersebut dimaksudkan untuk meminimalkan kadar air dalam tembakau, sehingga kualitas rokok yang dihasilkan lebih baik,'' ungkap dia tanpa merinci jumlah pembelian yang dimaksud.

Cukai

Khusus untuk tembakau Temangung yang merupakan ''lauk'' tembakau dari daerah lain (karena cita rasa dan kualitas yang baik), pihaknya secara optimal memprioritaskan untuk membeli semua hasil panen petani dari kawasan itu. Untuk musim tanam ini saja, mereka telah membeli 6.500 ton tembakau dari Temanggung dan 9.900 ton dari Wonosobo. ''Tembakau Temanggung bisa jadi merupakan 'Temanggungan', karena banyaknya tembakau dari luar Jateng yang masuk ke wilayah tersebut,'' tambahnya.

Ketika ditanyakan oleh Ketua Komisi B Mukson Burhani, tentang peluang industri rokok pada masa mendatang, pihak PT Djarum melalui Manager Produksi Budi Santoso, menyatakan tetap optimis. Ia menambahkan, dengan total karyawan mencapai 72.847 orang (data awal Januari 2004), pihaknya dapat memproduksi sekitar 150 juta batang rokok per hari atau 45 Miliar batang per tahunnya. Sedangkan cukai yang dihasilkan dapat mencapai Rp 14 miliar per harinya. (ton-90b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA