| Senin, 09 Agustus 2004 | MURIA |
Tunggakan Raskin Rp 500 JutaBLORA- Meski sudah dilakukan terapi beberapa kali, tunggakan pembayaran uang beras untuk keluarga miskin (raskin) di Kabupaten Blora masih saja besar. Menurut sumber di Sub-Dolog Pati, dari Januari hingga Juli ini tercatat besar tunggakan Rp 500 juta. Dia tidak memerinci tunggakan tersebut berada pada tingkat mana. Baru-baru ini sejumlah petugas Sub-Dolog Pati, antara lain M Andy, tampak berkoordinasi dengan Polres Blora dalam rangka penagihan pembayaran uang bantuan beras tersebut. Ketika dicegat Suara Merdeka, Andy dengan singkat menyatakan kapan-kapan akan memberi keterangan. ''Nanti, Mas, kapan-kapan akan kami jelaskan,'' ungkapnya. Dia mengemukakan, setelah koordinasi dengan Polres dampaknya ternyata positif. Secara bertahap, tunggakan yang ada mulai diangsur. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Setda Blora Slamet Pamudji SH ketika dimintai konfirmasi menyarankan agar masalah tunggakan bantuan beras untuk keluarga miskin dimintakan konfirmasi ke Bagian Perekonomian saja. ''Silakan langsung ke Bagian Perekonomian yang secara detail mengetahui datanya." Plh Kabag Perkonomian Setda Blora Wahyu Agustini ketika ditemui mengemukakan, memang masih ada tunggakan uang bantuan beras pada 2004. ''Memang masih ada tunggakan hanya saja sudah diurusi,'' ungkapnya. Baru Diselesaikan Ketika diinformasikan sumber dari Sub-Dolog Pati, jumlah tunggakannya Rp 500 juta? Dia menyatakan saat ini baru diselesaikan. ''Saya baru datang dari Bandung sehingga belum tahu bagaimana perkembangan penyelesaian tunggakan bantuan beras tersebut,'' ungkap Wahyu. Sementara itu dari Kecamatan Ngawen, diperoleh informasi menyusul pernah ada kasus penyelewengan uang bantuan beras untuk keluarga miskin oleh seorang oknum pegawai kecamatan dan saat ini telah divonis pengadilan, Camat Ngawen Gunadi SH menyebutkan, saat ini bantuan beras di daerahnya sudah berjalan tertib dan lancar. ''Saat ini di wilayah kami sudah lancar,'' ucapnya. (ud-90j) |