logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 08 Agustus 2004 PEMILU 2004
Line

"Masak, Makan Pagi Saja Harus Diatur Partai"

BANDUNG- Gerilya cawapres dari Partai Demokrat, Jusuf Kalla mencari dukungan sebagai bekal di pilpres putaran kedua terus dilancarkan. Kemarin, dia melakukan sowan ke kediaman Ketua DPD Golkar Jabar, Abdul Nurhaman di Jalan Setraria 2 Bandung.

Dalam pertemuan itu sikap dukungan memang tidak muncul. Baik Jusuf Kalla maupun A Nurhaman sepakat menyebut peristiwa tersebut sebagai silaturahmi biasa.

"Kami hanya makan pagi saja. Masa urusan makan pagi diatur oleh partai, yang bener aja, apalagi sampai ditegur," kata JK. Soal kemungkinan Akbar Tandjung keberatan atas langkahnya, terlebih ada kesan Ketua Umum Golkar itu memberi sinyal lebih terang ke kubu Mega.

Sebelumnya, JK melakukan kunjungan serupa ke wilayah Sulsel, Bali, dan Jatim. Rencananya, semua DPD Golkar seluruh Indonesia akan dikunjunginya. Disinggung kunjungannya berpotensi bisa mengacak-acak peta dukungan di tubuh Golkar menjelang pilpres putaran kedua, JK merasa keberatan.

"Toh sejauh ini belum ada sikap politik yang resmi dari Partai Golkar. Memang Pak Akbar bertemu Megawati, tapi belum final karena dia pun bertemu saya," katanya.

Lebih jauh mantan Menko Kesra era Megawati itu menjelaskan bahwa langkahnya sejauh ini tidak dianggap persoalan serius oleh pihak-pihak lain. Pasalnya, kata JK, tidak ada deal politik dengan Ketua Golkar di daerah. "Jadi semuanya masih bebas-bebas saja. Saya masih Golkar, kalau dianggap memecah, perlu juga diingat. Tapi ini adalah politik jadi wajar-wajar saja langkah saya ini, masa tidak ada pertemuan-pertemuan untuk mencari dukungan," kata JK. (dwi-58r)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA