| Minggu, 08 Agustus 2004 | PEMILU 2004 |
Perampokan Bersenjata Tajam di BojaPelaku Bertubuh Kecil dan BesarPERISTIWA perampokan yang dialami Ny P (43) masih membekas jelas dalam ingatannya. Dua hari setelah kejadian, kemarin (7/8), bias wajah ibu lima anak itu masih ketakutan saat ditemui di rumahnya Dukuh Masiran Desa Kaligading, Kecamatan Boja, Kendal, kemarin. Meskipun seorang dari dua pelaku urung melakukan perkosaan, tapi kawanan itu berhasil membawa kabur perhiasan emas bernilai kurang lebih Rp 6 juta dan uang tunai Rp 4,9 juta. "Dua perampok itu mengenakan tutup muka ala ninja. Satu bertubuh besar dan satunya kecil kerempeng. Saat yang kerempeng sibuk mengobrak-abrik almari di kamar-kamar mencari barang-barang berharga, perampok yang bertubuh besar menyeret saya ke arah dapur. Di tempat itu, dia melepas seluruh pakaian saya dengan paksa," kata Ny P bergetar. Wanita penjual jamu gendong di Pasar Boja itu menambahkan, sebelum perampok berbuat lebih jauh, setengah sadar dia melihat keduanya bergegas kabur lewat pintu belakang. Rupanya kedua pelaku kabur setelah mendengar suara bus yang dibawa suami saya. Suaminya yang bekerja sebagai sopir bus umum trayek terminal Mangkang - Pudakpayung, sering membawa pulang kendaraan itu. Seandainya suaminya tidak datang saat itu, lanjutnya, entah apa yang akan terjadi pada dirinya. "Selain pakaian saya sudah tertanggal semua, pelaku itu juga tinggal mengenakan celana dalam dan tutup mukanya. Perampok sempat menyiram air ke tubuh saya. Mungkin ia merasa khawatir, saya yang pingsan sudah mati. Pelaku yang berniat berbuat tak senonoh, kabur membawa pakianya, celana panjang hitam dan kaos warna biru." Suami korban, Suprapto (45) mengetahui kondisi istrinya langsung panik. Dia bergegas memanggil tetangganya. Dalam waktu relatif singkat belasan warga ramai mendatangi rumahnya. Ketika isi lemari dicek, perhiasan emas berupa dua kalung seberat 5 gram dan satu kalung 16 gram, empat cincin masing-masing 4 gram, gelang 17 gram, dan sepasang giwang 3 gram raib. Uang tunai Rp 4,9 juta dari arisan pada siang sebelum kejadian juga dibawa kabur perampok. Perhiasan emas itu dibeli dari uang tabungan dan kiriman anak keduanya, Yulianti (22) yang menjadi TKW di Hongkong. Berbahasa Indonesia Seperti diberitakan (SM, 7/8), perampokan bersenjata tajam yang menimpa Ny P (43) saat berada di rumah seorang diri, Kamis (5/8) pukul 20.00. Suaminya sedang bekerja sebagai sopir (bukan karyawan pabrik-Red). Selain membawa kabur sejumlah perhiasan emas, diduga seorang pelaku juga berbuat tidak senonoh terhadap korban. Kedatangan kawanan perampok itu disinyalir berjumlah dua orang. "Malam itu sebenarnya saya sudah tidur, namun terbangun karena mendapat telepon dari Yulianti yang di Hongkong. Selang beberapa saat, saya mendengar suara orang mengetuk pintu depan sambil berkata 'Bu..Bu, buka pintunya.' Mengira suami pulang, saya bergegas membuka pintu. Namun, ketika pintu terbuka sedikit, ternyata ada dua orang tidak dikenal mengenakan tutup muka merangsek masuk ke dalam rumah." Orang yang di depan bertubuh kecil sambil menghunus celurit langsung membekap mulut dan mata korban. Sambil menyeret korban ke arah dapur, pelaku berkata dan mengancam dengan bahasa Indonesia. "Cepat tunjukkan harta benda milikmu, jika tidak kamu saya bunuh," ujar korban menirukan pelaku. Karena takut, dia pun memberitahukan tempat menyimpan perhiasan. Setelah itu dia pingsan dan ketika sadar sudah berada di dapur tanpa busana dan basah kuyub. (Setyo Sri Mardiko-81) |