| Minggu, 08 Agustus 2004 | PEMILU 2004 |
Sikap Amien pada Putaran II Bukan Monopoli PANBANDUNG - Sikap Amien Rais menjelang pilpres putaran kedua masih belum jelas. Dia hanya kembali menegaskan adanya tiga opsi yang berkembang, sesaat menjelang acara Temu Legislatif Se-Jabar kemarin di Hotel Topaz Bandung. Namun, Amien mengisyaratkan, sikapnya tidak hanya akan dipengaruhi masukan dari para kader PAN, tapi juga dari para pihak-pihak yang selama ini mendukung perjuangannya maju sebagai capres. "Setelah peringatan proklamasi, kami bertemu dalam sidang pleno DPP PAN di Jakarta, yang diperluas dengan melibatkan ketua wilayah seluruh Indonesia plus lembaga atau unit yang mendukung perjuangan kami," ujarnya. Amien memperkirakan pertemuan itu akan berlangsung alot karena tiga arus besar masih terus mengalir. Antara satu pilihan dan pilihan lainnya, sama-sama memiliki dasar yang kuat. Soal sikap golput, lanjut dia, memang ada dari banyak pihak. "Jumlahnya mencapai setengahnya, tapi bukan pula mayoritas. Sebab sebagian mengajak oposisi dan menerima peluang terlibat pada pemerintahan mendatang," katanya. Jika menjadi oposisi, Amien menjanjikan pihaknya akan tampil allout. "Menjadi oposisi di Senayan, kami akan meniup pluit secara tegas. Kami juga akan berani kalau pemerintahan mendatang menyeleweng. Namun ini pun masih kami tampung," katanya. Sekjen DPP PAN, Hatta Radjasa yang ikut mendampingi Amien memberikan jawaban senada. "Sikap kami baru kami putuskan pada 28-29 Agustus ini. Di sana keputusan kami akan digodok, katanya. Soal tawaran kabinet dari pasangan SBY-JK dan Mega-Hasyim, Hatta mengaku, sejauh ini belum ada. "Lagi pula kami belum memikirkan bila tawaran itu ada. Kami masih memfokuskan pada persoalan internal," katanya. (dwi-58i) |