| Minggu, 08 Agustus 2004 | PEMILU 2004 |
PKB Jateng Sementara Bersikap NetralSEMARANG- Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng yang digelar di Hotel Grasia, Sabtu (7/8), belum menghasilkan sikap resmi. DPC-DPC ada yang menginginkan mendukung Hasyim Muzadi, SBY, atau bebas memilih keduanya. Untuk sementara DPW bersikap netral sambil menunggu keputusan resmi dari DPP. Namun dari yang berkembang dalam Muspimwil, kebanyakan menghendaki DPP PKB tetap menjaga hubungan baik dengan Nahdlatul Ulama (NU). Sebab ormas tersebutlah yang membidani lahirnya PKB pada 23 Juli 1998. Muspimwil dihadiri antara lain oleh Ketua Dewan Syura DPW PKB KH Abdurrahman Chudlori, Wakil Sekretaris Dewan Syura KH Ahmad Badawi Basyir, Ketua Dewan Tanfidz KH Muhammad Hanif Muslih, Wakil Ketua H Abdul Kadir Karding, Sekretaris HM Muzamil, dan para ketua dewan syura dan tanfidz DPC PKB se-Jateng. Hasil pertemuan antara DPW dan DPC-DPC serta badan otonom PKB akan dirumuskan dan dibawa ke DPP dalam Mukernas pada 23 Agustus mendatang. Ketua Dewan Syura DPW PKB Jateng KH Abdurrahman Chudlori seusai acara menyatakan, untuk sementara sikap yang diambil adalah netral. Mbah Dur, sapaan akrab kiai tersebut mengungkapkan, netral artinya tidak berpihak atau menyerahkan pilihan pada warga PKB. Soal adakah hubungan emosional antara NU dan PKB, Mbah Dur menyatakan, Hasyim mencalonkan diri sebagai cawapres atas nama pribadi bukan dari lembaga NU. Mbah Dur pun mengakui hal tersebut akan mempertaruhkan nama NU tetapi tetap tidak atas nama lembaga. "Benar, tapi lembaganya tidak mencalonkan Pak Hasyim." Ditanya alasan dari sikap netral tersebut, pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang tersebut menyatakan, sebab ingin menjaga hubungan baik dengan Hasyim sebagai calon yang juga pengurus PBNU nonaktif. Selain itu, PKB sudah tidak punya calon, sebab Wiranto sudah kalah. Dia kembali menegaskan sikap netral akan banyak membantu Hasyim. "Orang-orang yang tadinya rikuh-rikuh, sudah ndak lagi, langsung ke Pak Hasyim," kata dia. Apa bukan justru sebaliknya? "Tidak, insyaAllah orang PKB banyak yang ke Pak Hasyim," kata Mbah Dur. Sekretaris DPW HM Muzamil mengatakan, Muspimwil tersebut sifatnya curah pendapat untuk mendengar aspirasi dari konstituen. Aspirasi yang diserap masih bervariasi. Ada yang ingin SBY, Hasyim, ada juga yang ingin dibebaskan untuk memilih. "Dari situ DPW akan merumuskan dan menyampaikan ke DPP. Karena itu, untuk sementara masih netral sambil menunggu keputusan DPP. Selain itu kebanyakan juga menghendaki agar DPP tetap menjaga hubungan baik dengan NU sebagai organisasi yang membidani kelahiran PKB," papar dia. Pihaknya akan membawa hasil Muspimwil tersebut ke rapat DPW PKB Senin (9/8) malam besok. Soal banyaknya dukungan ke Hasyim dalam Muspimwil tersebut, dia menyatakan hal itu hanya sebuah proses. "Saya kira ini proses. Jadi kami harapkan psikologi orang NU kan begitu. Keinginannya, makan tidak makan kumpul." Wakil Ketua DPW PKB Jateng H Abdul Kadir Karding berpendapat, jika melihat nuasana dalam forum Muspimwil, walaupun DPW sepakat menyampaikan utuh apa yang disampaikan cabang-cabang ke DPP, ada kecenderungan mereka memilih Hasyim. (G7-81i) |