logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 08 Agustus 2004 OLAHRAGA
Line

Luluk/Alven Tak Terbebani Target

TAK ada beban target di Olimpiade Athena 2004. Karena itu, ganda putra Indonesia Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto Chandra hanya berusaha semaksimal mungkin menggapai prestasi terbaik.

"Kami memang tak dibebani target muluk-muluk di Athena. Persaingan ganda putra sangat ketat," ujar Luluk dan Alven.

Luluk/Alven kini merupakan ganda berperingkat terbaik di IBF yang dimiliki Indonesia. Pasangan asal Blora dan Banyuwangi ini menduduki peringkat kelima. Pasangan Indonesia lain, Flandi Limpele/Eng Hian di peringkat kedelapan, sedangkan Sigit Budiarto/Tri Kusharjanto menduduki urutan ke-10. Ketiga pasangan ini akan tampil di Athena.

Luluk/Alven adalah pasangan masa depan Indonesia. Keduanya sudah menaklukkan beberapa pasangan top dunia seperti Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark), Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (Malaysia), Fu Haifeng/Cai Yun (Cina), Ha Tae kwon/Kim Dong moon (Korsel) dan Martin Lundgaard Hansen/Jens Eriksen (Denmark).

Prestasi lumayan yang menjadi modal Luluk/Alven menuju Athena adalah juara Thailand dan Korea Terbuka. Mereka juga menjadi finalis Swiss dan Malaysia Terbuka. Prestasi itu ditorehkan sepanjang awal hingga pertengahan tahun ini.

Luluk/Alven merupakan pasangan dengan tipikal permainan semibertahan. Keduanya "dikawinkan" pelatih Herry Iman Pierngadi. Padahal, tipe kepribadian keduanya di luar lapangan agak kontras. Luluk lebih sensitif, tertutup dan dingin. Sementara Alven meledak-ledak.

Luluk masuk pelatnas pada 1999. Pemain asal Blora ini sebelumnya sering berganti-ganti pasangan. Herry IP akhirnya menjodohkan dia dengan Alven pada 2002.

Tipikal Sama

"Saat itu memang Luluk tak punya pasangan. Saya berpikir dan akhirnya memasangkannya dengan Alven. Saya lihat tipikal keduanya sama dalam bermain," tutur Herry IP.

Herry IP menilai perbedaan kepribadian itu sebagai titik kuat. Mereka sering diinstruksikan untuk saling melakukan komunikasi dua arah.

"Kami di lapangan justru sering seperti bertengkar dan saling meledek. Itu terjadi kalau di antara kami ada yang salah di lapangan," ungkap Luluk yang diamini Alven.

Luluk/Alven kini berkonsentrasi membidik prestasi terbaik di Athena. Mereka akan bahu-membahu bersama Flandi/Eng Hian dan Sigit Budiarto/Tri Kusharjanto. "Tradisi emas bulutangkis harus dipertahankan. Menjadi juara Olimpiade juga merupakan impian setiap atlet. Kami akan berusaha keras di sana," tutur Alven. (Budi Yuwono Alatas-59)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA