logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 08 Agustus 2004 OLAHRAGA
Line

Persijatim Gelar Latihan Tertutup

SOLO-Menjelang bertanding melawan Persebaya di Stadion Manahan Solo, petang ini, Persijatim menggelar latihan tertutup, Sabtu pagi kemarin.Wartawan yang biasanya bisa masuk dan memotret, harus dengan sabar menunggu di luar stadion sampai anak-anak asuhan Erick Williams selesai menggunakan lapangan pukul 08.30 WIB.

Calon lawannya yang mendapat jadwal latihan pukul 09.00 WIB, sudah datang pukul 08.00 WIB. Karena pintu stadion terkunci dari dalam, mereka terpaksa menunggu di luar.

Beberapa pemain, termasuk pelatih Jacksen F Tiago dengan cermatnya mengintip latihan calon lawannya dari celah-celah lubang pagar. "Ada rahasia apa, mereka latihan tidak boleh disaksikan oleh umum?," kata Jacksen. "Memang kali ini latihan tertutup, agar para pemain bisa lebih konsentrasi. Tidak ada rahasia apa-apa," ujar Erick sesaat akan naik bus untuk meninggalkan stadion.

Menurut dia, latihan terakhir hanya untuk memadukan lini tengah dengan mencoba beberapa pemain. "Sejak dulu lini tengah paling rawan," ujar mantan pelatih Diklat PSSI U-16 di Medan ini.

Dia akan tetap dengan konsepnya untuk tampil keras. Mengenai tidak diturunkannya striker asal Nigeria Nwokolo Greg pada babak pertama, karena dikhawatirkan staminanya tidak menunjang. "Greg memang mempunyai kecepatan tinggi, tetapi saya khawatir staminanya tidak bisa untuk 2 X 45 menit," lanjutnya.

Alasan lain, di Indonesia setiap klub main satu minggu dua kali, sehingga staminanya harus selalu siap. "Dia akan kita turunkan pada babak kedua," janjinya.

Naik Kereta Api

Persebaya yang datang dengan KA Sancaka, masuk Solo, Jumat malam lalu. Tim berjuluk Bajul Ijo ini membawa 19 pemain, termasuk beberapa pemain bintang, seperti kiper Hendro Kartiko, Anang Ma'ruf, Uston Nawawi, Bejo Sugiantoro, dan Kurniawan Dwi Yulianto. Lima pemain asingnya dibawa semua.

"Target kita membenahi posisi, agar bisa naik ke peringkat atas. Tidak ada target muluk-muluk," kata Jacksen.

Menurut dia, banyak pelajaran yang didapat, yang membuat timnya harus melakukan perubahan.

"Sebelumnya kita selalu sesumbar. Tetapi kini sadar dan tidak pantas untuk sesumbar atau takabur, karena merugikan tim itu sendiri. Kita tidak mau salah untuk kedua kalinya," katanya.

Dia akan menginstruksikan seluruh pemain untuk berjuang semaksimal mungkin guna meraih hasil terbaik. Kemenangan lawan PSIS disebutnya sebagai lepasnya beban yang menghimpit. Beban itu kini sudah lepas, sehingga Bejo Sugiantoro cs bisa main enjoy.

Dia berencana menduetkan Bejo Sugiantoro dengan Luciano Souza untuk mendukung lini depan. Dia juga memuji calon lawannya. Dengan penggantian pelatih, dipastikan kondisi tim akan lebih maju.

Beberapa pemain asing di kubu Persijatim disebutnya bagus dan perlu diwaspadai, terutama strikernya. "Bagaimana dengan penampilan Bamn Joe dan Nwokolo? Apakah lebih bagus dari Kwateh (pemain PSIS)?, " tanya pemain belakang Nova Arianto saat ditemui menjelang latihan.(P44-22)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA