logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 08 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Dua Kekalahan Jadi Cambuk

SEMARANG-Melawan PKT Bontang, Minggu sore ini (8/8) di Stadion Jatidiri, PSIS masih dilanda krisis pemain. Fofee Camara absen karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Darwin Perez terpaksa harus angkat kaki dari tim karena indisipliner saat tur ke Jawa Timur.

Tentu saja hal itu akan mengurangi kekuatan tim. Meski demikian, Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan tetap bertekad menjebol gawang Agung Prasetyo untuk meraih poin penuh. Dua kekalahan di pertandingan away lalu akan dijadikan cambuk untuk melecut semangat dan motivasi para pemain.

"Kami harus bangkit. Dua kekalahan pada pertandingan away lalu akan kami tebus di kandang. Tiga poin penuh wajib diraih," tegas pelatih PSIS Herry Kiswanto.

Absennya Fofee dan dicoretnya Darwin, sudah bisa diantisipasinya. Sasi Kirono menjadi pilihan utama bagi mantan pelatih Persija Jakarta Pusat itu untuk menggantikan Fofee sebagai libero. Sedangkan posisi yang ditinggalkan Darwin akan ditempati Agung Setyabudi, yang kondisinya semakin membaik setelah cedera otot paha kiri saat membela timnas Indonesia di Piala Asia lalu.

Selain Agung,Herry juga sudah mempersiapkan Lilik Suheri di sayap kanan yang ditinggalkan Darwin. Komposisi seperti itu sudah dimantapkan menjelang pertandingan lawan PKT. "Para pemain tidak terpengaruh dengan dicoretnya Darwin dari tim. Mereka berjanji tetap fight pada pertandingan itu," ujar mantan kapten timnas ini.

Pada pertandingan itu, kemungkinan besar Herry akan menurunkan Esaiah Pello Benson. Pemain asal Liberia yang baru direkrut tersebut diplot sebagai gelandang bertahan sekaligus playmaker . Diharapkan, dia bisa menghidupkan lini tengah yang selama ini sering macet dalam mendukung serangan maupun pertahanan.

"Kami akan melihat kondisi terakhir Esaiah dulu.Tapi, kemungkinan besar ia akan saya duetkan dengan Rifo untuk memperkuat lini tengah. Tapi, itu masih sebatas gambaran saja," tuturnya.

Main Cepat

Menghadapi PKT nanti, Herry mengaku masih buta dengan kekuatan anak-anak asuhan Zulkarnaen Pasaribu. Namun, dari informasi yang diterimanya, PKT merupakan tim yang bagus. Selain materi pemainnya berkualitas, semangat dan daya juang pemainnya juga tinggi. Hal itu membuat Camara Fode dan kawan-kawan diperkirakan bakal main cepat dari kaki ke kaki.

Permainan seperti itulah yang akan diantisipasinya, agar gawang I Komang Putra aman. Paling tidak, dia sudah menginstruksikan kepada anak-anak asuhannya untuk bermain lebih cepat lagi.

Selain itu, mereka juga harus mempunyai inisiatif menyerang lebih dulu. "PKT merupakan tim yang bagus. Permainan cepatnya harus diwaspadai. Karena itu, anak-anak harus lebih semangat dan fight dari mereka," katanya.

"Kami tidak akan mengawal khusus salah seorang pemain lawan. Tapi, semua pemain lawan yang masuk ke kotak penalti akan kami waspadai. Sebab, semua pemain lawan mempunyai peluang yang sama untuk mencetak gol," tegasnya. (H13-22)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA