SUARA MERDEKA
 
INDEKS PEMILU 2004 Sabtu, 07 Agustus 2004

SEMARANG- DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sampai saat ini belum resmi memutuskan akan dibawa ke mana suaranya, dalam pilpres putaran kedua 20 September mendatang. Salah satu rekomendasi hasil pertemuan 27 DPW PKB di Makassar beberapa waktu lalu, yang isinya mendukung duet SBY-Kalla hanya akan dijadikan sebagai masukan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) partai itu pada 23 Agustus mendatang.

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi (MK) belum mengeluarkan putusan, namun tim advokasi Wiranto-Salahuddin Wahid mengaku, pihaknya tidak bisa memenangkan gugatan kasus sengketa penghitungan suara pemilu presiden 5 Juli. Mereka mengeluhkan waktu persidangan sangat singkat, sehingga menyebabkan tak mampu mengajukan bukti-bukti kuantitatif secara maksimal.

BANDUNG- Polda Jabar resmi menetapkan cawapres nomor urut dua, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah sebagai tersangka tindak pidana pemilu pilpres 2004. Dia melanggar UU RI nomor 23/2003 karena dianggap melakukan kampanye di luar jadwal di Kota Bandung. Dia akan dimintai keterangan pekan depan.

JAKARTA- Sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak mengaudit temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) tentang dana fiktif calon presiden (capres) disesalkan Transparency International Indonesia (TII). Menurut penuturan koordinator asisten lembaga itu, A Jamet Hamidi,

SEMARANG - Terkait dengan penetapan calon terpilih anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten, dan DPD, Drs H Dahlan Rais MHum mengajukan keberatan kepada KPU Pusat atas rencana penetapan KH Achmad Chalwani sebagai calon terpilih DPD.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA