| Sabtu, 07 Agustus 2004 | MURIA |
Jagal Tewas Diinjak-injak KerbauPATI - Nasib nahas pada Selasa (3/8) lalu menimpa Saman (57), seorang tukang jagal, warga Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Pati. Lelaki itu tewas dengan luka parah di bagian dada dan beberapa bagian tubuh lainnya karena diinjak-injak seekor kerbau jantan yang sedang mengamuk. Luka paling parah dan diduga menjadi penyebab tewasnya lelaki itu adalah di bagian tulang rusuk yang patah. Sebagai jagal berpengalaman tentang karakter hewan sembelihan, kali ini korban benar-benar tak berkutik ketika menghadapi seekor kerbau yang konon disebut-sebut sedang kesurupan genderuwo. Selain itu, amukan kerbau tersebut dikabarkan tidak hanya menewaskan sang jagal, tapi juga menewaskan seorang pelajar yang baru pulang dari sekolah dengan mengendarai sepeda. Kejadian itu tepatnya di Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo. Namun tidak diketahui secara pasti apakah pelajar yang nahas itu warga setempat atau berasal dari desa lain. Sebab, tidak ada laporan yang masuk ke Polsek Tambakromo. Yang jelas ketika kerbau itu selesai menginjak-injak Saman hingga tewas, akhirnya lari sampai ke Tambakromo. Di desa/kecamatan itu hewan tersebut juga menyeruduk seorang pemilik toko emas, Pingwi. Waktu itu pemilik toko tersebut sedang ngobrol di pinggir jalan besama lima orang lainnya. Batal Begitu melihat ada kerbau lari mendekat, lima teman bicaranya buru-muru menghindar. Akan tetapi, Pingwi yang terkena stroke itu terlambat sehingga diseruduk pinggang kanan dan kakinya. Setelah itu, kerbau terus berlari ke arah selatan dan diperkirakan kini masuk ke hutan jati sekitar Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo. Salah seorang tokoh masyarakat Desa Karaban, Wito, menuturkan, peristiwa tersebut bermula dari rencana Mancip yang akan punya hajat mengkhitankan putranya. Seperti biasa, warga pedesaan bila punya hajat pasti didahului dengan ater-ater atau weweh (memberi nasi dan lauk pauk). Apalagi, hajat khitanan juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan musik campursari, tentu banyak undangan yang disebarluaskan. Untuk memenuhi keperluan tersebut, pemilik rumah menyembelih seekor kerbau jantan dengan mempercayakan penyembelihannya kepada korban, Selasa (3/8) siang, kurang lebih pukul 14.00. Meskipun kerbau itu semula sudah berhasil dirobohkan, ternyata bisa lepas dan berdiri lagi sambil menyepakkan kakinya ke tubuh korban. Akibatnya, dia jatuh tersungkur dan korban pun mencoba bangkit lagi. Namun kerbau itu telanjur brutal, mengamuk mendatangi korban sambil menyeruduk dan menginjak-injak. Hal itu terjadi sampai beberapa kali sehingga tidak ada orang lain yang berani mendekat untuk memberikan pertolongan. Setelah korban tak berkutik, kerbau itu terus berlari sampai di Tambakromo. Dengan kejadian tersebut, Mancip terpaksa membatalkan rencana hajatnya, termasuk khitanan anak lelakinya. (ad-15n) |