logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 07 Agustus 2004 MURIA
Line

"Bagaikan Cerita di Alam Gaib"

  • Rencana Pembangunan PLTN di Desa Balong

AWAL Februari lalu Kepala Pusat Pengembangan Energi Nuklir (P2EN) Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) Arnold Y Soetrisnanto mengadakan pertemuan dengan beberapa pejabat Provinsi Jateng di Semarang. Dalam pertemuan itu setidaknya menghasilkan lampu hijau untuk segera membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di kawasan Lemah Abang, Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.

Kawasan itu dianggap cocok, paling tidak bagi Batan dan sebuah lembaga konsorsium rekanan dari Korea Selatan bernama Korea Hydro Nuclear Power Co LTD (KHNP). Konon, berdasarkan penelitian yang dilakukan beberapa tahun lalu, Pulau Jawa dan Bali dianggap sebagai kawasan yang paling aman dari ancaman gempa.

Lahan seluas 600 ha milik pemerintah yang akan dijadikan lokasi pembangunan PLTN itu berjarak kurang lebih 10 km dari pusat Desa Balong. Antara pusat desa dan kawasan Lemah Abang dipisahkan ratusan hektare kebun karet, termasuk kebun kelapa, kakao, dan semak belukar.

Meskipun demikian, jalan menuju lokasi yang ditumbuhi semak belukar setinggi lutut itu masih bisa dijangkau dengan sepeda motor. Jika memakai kendaraan roda empat mesti berhenti 1 km sebelum di lokasi. Bagi yang belum pernah ke lokasi, hamparan kebun karet, kakao, dan semak belukar, ditambah ruas jalan bercabang yang banyak, menjadikan mereka harus bertanya ke penduduk yang berada di sepanjang perkebunan itu.

"Jalan ini (ujung barat desa Balong-Red) masuk perkebunan karet jalan lurus ke timur, lalu ke kiri, ada pertigaan ke kanan, dua kilometer sampai ke perkebunan kelapa belok kiri lagi, kemudian lurus lewat semak belukar, sampai ke laut," kata Rawi salah seorang warga Desa Balong yang rumahnya berada di ujung paling barat, berbatasan dengan kebun karet. Sesampai di daerah semak belukar yang juga bagian wilayah yang dibangun instalasi PLTN, sayup-sayup terdengar ombak pantai Laut Jawa.

Desa Balong dengan luas tanah 14 ribu ha dan jumlah penduduk 6 ribu lebih terdiri atas empat dukuh, yaitu Gondosari, Sidorejo, Gecak, dan Sebeluk.

Beberapa warga desa yang ditanya mengenai rencana pembangunan PLTN kebanyakan sudah mengetahui. "Lemah Abang ingkang kangge PLTN niku taksih tebih," (Lemah Abang untuk PLTN itu masih jauh), kata salah seorang dari mereka.

Hanya Sekali

Kepala desa setempat, Sunyoto saat ditemui di rumahnya juga paham betul tentang rencana itu. Namun hingga sekarang dia tidak tahu bahwa rencana pembangunan PLTN itu dalam beberapa tahun ini akan segera dimulai. "Yang saya ingat sejak menjabat sebagai petinggi di sini (Balong-Red), hanya sekali ada sosialisasi di pendapa kabupaten (Jepara-Red), kalau tidak salah satu tahun lalu," katanya.

Saat ditanya hal apa yang disinggung dalam sosialisasi oleh Batan bersama pemerintah dan kalangan LSM itu, dia mengatakan, Batan dalam tahun ini akan memberikan bantuan berupa ternak sapi unggul dan bibit padi unggul hasil radiasi listrik tenaga nuklir kepada warga desa Balong. Namun hingga sekarang rencana bantuan itu belum terwujud. (Muhammadun Sanomae-15i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA