logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 07 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Liku-liku Menjadi Duta Olimpiade Internasional (2)

Keberangkatan Fatimah Azzahra Diadang Dana

FATIMAH Azzahra tengah menikmati tayangan VCD Sains, saat Suara Merdeka menyambangi sekolahnya, di Jalan Medoho Seruni, Jumat (6/8). Kendati jarum jam sudah menunjuk angka 11.14, salah satu wakil Jawa Tengah dalam seleksi Olimpiade Matematika itu, belum juga berniat pulang. Padahal, sebagian siswa SD Muhammadiyah 17 tempat Fatimah bersekolah sudah pulang ke rumahnya. Fatimah masih betah menikmati penjelasan tentang mata rantai kehidupan dari "guru virtual"-nya itu.

Ya, Fatimah memang suka pada hal-hal baru. Bocah kelahiran 21 Januari 1994, putri pertama Ustad Salman-Gunartin Sri Widayati itu memang selalu ingin tahu. VCD Sains Sahabatku yang barusan ditontonnya, merupakan hal baru baginya. Sesekali, ia menanyakan hal yang disampaikan dalam VCD itu kepada Munawir, gurunya. Lantas, mereka pun berdiskusi dengan serunya.

"Sejak awal, memang Fatimah memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dia juga anak yang kritis. Ia akan mengoreksi, kalau misalnya ada soal atau penjelasan guru yang kurang tepat," ujar Ibnu Pramono, guru kelas VI.

Ibnu menjelaskan, sejak kelas III Fatimah sudah menunjukkan bakat yang lebih. Ia bisa menangkap pelajaran yang dijelaskan gurunya relatif lebih cepat. Khusus untuk pelajaran matematika, Fatimah selalu mengikuti materi yang menjadi jatah kakak kelasnya. Jadi, begitu pelajaran matematika tiba, Fatimah segera berpindah kelas.

Selain itu, guru matematikanya menyiapkan soal-soal pengayaan, yang selevel dengan kebutuhan dia, supaya Fatimah tetap "betah" berada di kelas. Jalan lain yang ditempuh, memberdayakan kelebihan Fatimah untuk mengajari teman-temannya. Ia dijadikan tutor sebaya, untuk membimbing kawan sekelasnya.

Kendala Dana

Pada pembinaan kedua yang berlangsung di Wisma Pembina awal Juli lalu, ia berhasil masuk dalam 10 besar seleksi Olimpiade Matematika. Bersama dia, Semarang meloloskan tiga orang wakil, yakni Citra (SD Pedurungan Tengah 03) dan Nike (SD Tritunggal). Selanjutnya, pada 8-17 Agustus mendatang, kesepuluh siswa itu diundang untuk mengikuti pembinaan ketiga untuk mencari enam besar yang berhak mengikuti Olimpiade Matematika tingkat dunia. Semalam, Fatimah disertai seorang guru pendampingnya telah berangkat ke Jakarta.

Selain menggembirakan, masuknya Fatimah ke babak ketiga seleksi olimpiade juga menyisakan warta yang menyesakkan dada. Keberangkatan Fatimah ke Jakarta diwarnai oleh persoalan dana.

Betapa tidak, Suwardi, Kepala SD Muhammadiyah 17 mesti pontang-panting mencari uluran bantuan. Sejauh ini, cuma Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng yang membantu meringankan beban.

"Kalau biaya yang diperlukan Fatimah memang ditanggung oleh pemerintah. Tapi, untuk guru yang mendampinginya kan tidak ada (biaya -Red)," ujar Suwardi.

Suwardi berharap, pihak pemerintah dan swasta yang ada di Jawa Tengah ikut membantu dana. Pihak sekolah difasilitasi Muhammadiyah telah mencoba beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto dan Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip SH SE. Dalam audiensi itu, Gubernur menjanjikan akan memberikan bantuan. Bukan saja kepada Fatimah, melainkan untuk seluruh finalis olimpiade dari Jateng.

"Kalau dengan Pak Wali, sampai sekarang belum bisa bertemu," imbuh Suwardi.

Harapan yang sama juga disampaikan Drs H Rozihan SH, dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PWM Jateng. Menurut dia, Fatimah sudah bukan aset Muhammadiyah semata, melainkan menjadi aset Jawa Tengah.

"Kalau finalis AFI saja dibantu jutaan rupiah, masa siswa yang mengharumkan nama Jawa Tengah lewat Olimpiade Matematika tidak dibantu?" kata Rozihan.

Kalau hal itu tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin prestasi kembang belia yang baru mekar itu-ditilik dari namanya, Azzahra berarti si bunga-akan keburu kuncup kembali. (Achiar M Permana-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA