| Sabtu, 07 Agustus 2004 | BANYUMAS |
Sungai Penyebab Banjir, DikerukPURWOKERTO - Untuk menghindari banjir, Sungai Petarangan di Desa Sibrama, Kecamatan Kemranjen, dan Sungai Srengseng di Desa Lebeng, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, kini dikeruk. Sebab, kedua sungai itu mendangkal dan pada musim hujan air meluap sehingga menyebabkan banjir. ''Saat ini yang dikeruk Sungai Petarangan lebih dahulu. Pengerukan dilakukan di alur 2 km,'' kata Kepala Dinas Pengairan, Pertambangan, dan Energi Ir Budi Susilo Dipl HE, kemarin. Pengerukan menggunakan dana pos tak tersangka APBD. Dana yang sudah cair untuk pengerukan Sungai Petarangan Rp 19,455 juta. ''Dana itu dari pos tak tersangka karena berkait dengan penanggulangan bencana banjir. Pemerintah hanya menyediakan alat berat dan bahan bakar minyak. Tenaga operator alat berat ditanggung desa,'' katanya. Pengerukan akan dilanjutkan di Sungai Srengseng sekitar 2 km. Hal itu untuk mendukung pengerukan Sungai Gatel dan Sungai Ijo yang ditangani South Java Flood Control Sector Project dengan biaya dari APBN. ''Sungai Petarangan dan Srengseng merupakan anak Sungai Gatel dan Ijo. Penanganan masalah banjir bisa dilakukan secara sistemis. Setelah itu bisa diharapkan Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, dan sekitarnya tak lagi kebanjiran pada musim hujan,'' katanya.(G23-86) |