logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 07 Agustus 2004 BANYUMAS
Line

Durian Bhineka Mengantar Petani ke Lomba Nasional

DI depan gubuk sekitar 4 X 5 m yang bersebelahan dengan kolam ikan, belasan petani serius memperbincangkan persoalan. Sesekali para lelaki yang berkaus oblong sambil mengisap rokok itu meluncurkan gagasan untuk memecahkan persoalan.

Diskusi kecil itu dikembangkan Paguyuban Petani Durian Unggul Kecamatan Kemranjen, Banyumas. Gubuk yang mereka bangun di Desa Alasmalang, Kemranjen, menjadi sekretariat dan tempat berdiskusi. Dari gubuk itulah dihasilkan puluhan ribu bibit durian unggul berkualitas cukup bagus.

Paguyuban itu beranggota 30 orang. Mereka sebagian besar dari Desa Alasmalang. Sejak tahun 1991 mereka mengembangkan tanaman durian. ''Paguyuban ini dibentuk oleh orang-orang yang senang menanam durian. Semula Umar Matori membeli bibit durian di Getas, Salatiga, tahun 1995. Dia mengembangkan bibit itu. Di Alasmalang banyak orang senang menanam durian, sehingga pembibitan itu makin berkembang. Kemudian terbentuklah paguyuban yang dipimpin Umar Matori,'' kata Haryono, sekretaris paguyuban didampingi pengurus lain seperti Sarno dan Sunarto.

Anggota paguyuban itu tak puas mengembangkan bibit durian unggul dari luar daerah. Mereka terus mengembangkan budi daya durian, dari pembibitan melalui penyetekan biasa hingga menggunakan metode graffting.

''Semua durian bibit unggul, baik dari Bangkok seperti durian kami, montong, maupun sunan dan petruk. Durian unggul lokal Kemranjen juga kami kembangkan dengan nama bawor yang kini diupayakan dipatenkan,'' kata Sarno.

Teknik Sarakapita

Dalam pembibitan paguyuban telah berhasil mengembangkan teknik sarakapita yang berarti kebersamaan. Melalui teknik itu mereka menghasilkan buah tebal dan legit dengan pohon memiliki sejumlah keunggulan.

Beberapa bibit durian mereka tempelkan ke batang bagian bawah. Batang tetap satu, yakni batang bibit durian unggul yang berbuah tebal dengan rasa legit dan manis. ''Buah durian dengan teknik sarakapita kami namakan durian bhineka. Karena, buah itu dihasilkan oleh beberapa batang pohon durian pilihan,'' kata Sarno.

Batang bawah pohon durian bhineka disangga beberapa batang pohon sekaligus dan memiliki nilai seni tinggi. Pohon cepat besar karena berakar banyak sehingga menyerap lebih banyak unsur hara di dalam tanah. Pohon durian itu sangat bermanfaat untuk menyimpan air pada musim kemarau dan menahan erosi pada musim hujan.

''Durian bhineka sangat cocok dikembangkan di daerah rawan longsor dan banjir. Punya nilai seni, buahnya enak, sangat berguna untuk kelestarian lingkungan,'' imbuh dia.

Berkat kegigihan mengembangkan bibit durian unggul itu, paguyuban tersebut tak pernah sepi pesanan. Sudah puluhan ribu bibit durian unggul dihasilkan paguyuban itu. Bibit itu tersebar di berbagai daerah di Jateng, Jatim, Jabar, Bali, Kalimantan, dan Maluku. ''Harga bibit durian unggul bhineka dan lain-lain setinggi 20 cm Rp 10.000/bibit.''

Paguyuban menjual bibit beserta petunjuk penanaman yang baik. Bila perlu, anggota paguyuban datang ke lokasi penamanan untuk membimbing. Pola itu menjadi salah satu wujud pelayanan ke konsumen agar puas.

Paguyuban juga siap menampung buah durian dari konsumen yang membeli bibit bila kesulitan memasarkan. Jadi petani durian pembeli bibit tak perlu khawatir memasarkan hasil panen.

Sarno menuturkan paguyuban mempunyai rencana jangka panjang berupa pengalengan berbagai penganan berdari bahan durian. Hampir 100% warga Desa Alasmalang menanam durian. Jika semua berbuah dan panen berhasil baik, paguyuban siap menampung durian warga.

Kegigihan petani Kemranjen itu membuahkan gelar juara I dalam lomba agrobisnis tingkat Jateng tahun ini sehingga berhak maju ke tingkat nasional. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Banyumas, Ir Djoko Wikanto MM, menyatakan Kemranjen, Tambak, dan Sumpiuh memang dijadikan sentra penghasil durian.

Karena itu pemerintah tak tinggal diam melihat kemajuan petani durian itu. Pada tahun 2003 Pemerintah Kabupaten Banyumas memberikan bantuan 5.000 bibit durian ke Kemranjen. (Sigit Oediarto-85)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA