logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 SALA
Line

VCD Porno Lebih Merusak daripada Miras

BANYAK orang tidak mengira, kalau rumah Sugianto (49) di Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo sebagai pemasok VCD porno. Ratusan keping VCD sudah disita Satuan Reskrim Polres Sragen. Pengungkapan barang haram itu membukakan cakrawala masyarakat, kalau barang itu ternyata dipasok dari desa yang teduh jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Ribuan barang haram yang diperkirakan sudah beredar di Sragen Kota, dikhawatirkan ''dinikmati'' pelajar dan remaja. Berikut kutipan wawancara Suara Merdeka dengan Kapolres AKBP Drs Charles Himler Ngili.

Benarkah Sragen menjadi peredaran VCD porno?

Setelah melihat faktanya, ternyata Sragen dilirik untuk pemasaran VCD porno. Kemungkinan pedagang melihat keuntungannya saja, daripada dampak moral yang ditimbulkan pada anak remaja atau pelajar yang melihat visual dalam VCD itu.

Kenapa pemasoknya justru dari desa?

Siapa menduga kalau penduduk yang tinggal di Desa Taraman, ternyata menjadi pedagang dan pemasok VCD porno. Tahun ini polisi sudah dua kali menggerebek lokasi pemasok VCD porno di Desa Taraman.

Pelaku menggandakan sendiri atau kulakan dari luar Sragen?

Pasti ada pedagang besar yang memasok VCD itu dari luar Sragen. Kini petugas masih menyelidiki, pedagang besar yang memasok VCD porno. Itu masih kami lacak.

Upaya polisi memberantas peredaran barang haram itu?

Kami terus menerus melakukan operasi terhadap kaset VCD bajakan dan VCD porno, atau gambar-gambar cabul. Operasi dilakukan di pasar dan pusat keramaian. Banyak hasil operasi kami, termasuk minuman keras.

Dampak VCD bagi anak remaja dan pelajar?

Itu berpotensi merusak moral dan mental generasi muda. Efek VCD porno lebih merusak mental generasi bangsa, dibanding efek yang ditimbulkan oleh minuman keras (miras). Barang haram itu digolongkan memiliki efek merusak moral dan mental generasi muda, setelah narkoba.

Imbauan untuk para orang tua?

Tingkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak. Amati kelompok bermain dan lingkungan pergaulan anak. Intensitas komunikasi dan kedekatan orang tua terhadap anak, menjadi penangkal ampuh mengantisipasi anak terjangkit tontonan barang haram semacam itu. (Anindito AN-20r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA