logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 SALA
Line

Jalur Maut Tanjakan Truk Dilandaikan

WONOGIRI - Tanjakan maut di ruas Jalan Salak V Kota Wonogiri, yang sering memacetkan laju kendaraan truk dan kendaraan besar pengangkut barang, kini mulai dilandaikan. Caranya, pada bagian tanjakan digali untuk direndahkan, sedangkan pada bagian cekungan diuruk dan ditinggikan.

Warga yang bermukim di lokasi pembenahan tanjakan ''maut'' itu mengatakan, tanjakan terlalu tajam sehingga sering menjebak truk dan kendaraan besar pengangkut barang muatannya berlebih. Kendaraan itu sering tidak kuat menanjak sehingga ngglondor lalu menabrak pagar, pohon turus jalan, bahkan rumah penduduk. ''Kejadian truk ngglondor karena tak kuat menanjak, telah berulang-ulang terjadi di sini,'' kata beberapa warga di Kampung Salak Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri Kota.

Kabag Pembangunan dan Kepala DPU Kabupaten Wonogiri Ir Sudaryanto MM dan Ir H Suprapto MM menjelaskan, untuk mengantisipasi truk-truk yang tak kuat menanjak, kini dilakukan pembenahan ruas jalan tanjakan di Jalan Salak V. Karena itu memperlancar pelaksanaan proyek tersebut, untuk sementara waktu Jalan Salak V yang menjadi jalur lingkar utara Kota Wonogiri, dinyatakan ditutup untuk semua jenis kendaraan.

''Penutupannya diperkirakan hingga sekitar 2,5 bulan,'' ujar Sudaryanto. Dia mengatakan, pembangunan pembenahan tanjakan di ruas Jalan Salak ini akan dipercepat. ''Syukur bila memungkinkan dapat kurang dari 2,5 bulan. Dengan harapan, sebelum Ramadan itu telah dirampungkan sehingga untuk menghadapi ledakan arus angkutan lebaran kelak tidak akan terganggu,'' ujarnya.

Ditutup Total

Dia menjelaskan, proyek peningkatan di ruas Jalan Salak V sebagai bagian dari jalur lingkar masuk Kota Wonogiri dari arah utara ini, pengerjaannya dipercayakan kepada CV Karya Luhur dengan dana sekitar Rp 400 juta. Proyek itu meliputi peninggian dan pengeprasan sepanjang 200 m dan peningkatan lapis aspal jalan sejak dari Jalan Letjen Katamso sampai Jalan Salak V sebagai jalur lingkar utara Kota Wonogiri.

Untuk mendukung kelancaran pengerjaan proyek peningkatan jalan ini, jalur tersebut sengaja ditutup total. Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Seni Budaya (DPPSB) Wonogiri, Hendro Purbandoro SH MM menjelaskan, untuk menghindari Jalan Salak V yang ditutup itu, arus lalu lintas angkutan umum dari arah Solo alihkan melewati jalan Wonokarto melintasi depan stadion Pringgondani, kemudian menyatu kembali di jalan raya Wonogiri Kota yang menuju selatan.

Hendro menyebutkan, proyek peningkatan di ruas jalan Salak V ini untuk mengantisipasi kemacetan truk-truk angkutan berat akibat tak kuat menanjak. Dia mengakui, tanjakan tersebut dinilai tidak memenuhi standar keamanan lalu lintas. Karena itu, kalau tak kuat menanjak, truk akan ngglondor dan menabrak pagar atau rumah penduduk sekitarnya. (P27-20i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA