| Rabu, 04 Agustus 2004 | SALA |
Petani Khawatirkan Hama TikusKLATEN - Petani di Kecamatan Wonosari, Klaten mengkhawatirkan hama tikus akan menyerang lahan padinya. Saat ini, serangan tikus sudah mencapai Sukoharjo yang letaknya berbatasan dengan Kecamatan Wonosari. Tampaknya ancaman serangan tikus itu sangat menakutkan para petani. Mereka masih trauma dengan serangan hama tikus yang sangat ganas beberapa tahun silam. Serangan tersebut menyebabkan mereka gagal panen. ''Tikus itu kalau sudah menyerang susah sekali diberantas, digropyok berkali-kali, disemprot berkali-kali tetap saja ada, kami sampai hampir putus asa. Kalau sampai menyerang lagi, saya tidak bisa membayangkan, apa ya mau gagal panen lagi seperti dulu,'' kata Rubino, salah satu petani. Karena itu, mereka akan berupaya agar hama tikus tidak merambat ke wilayah ini. Namun, dia tak tahu yang harus dilakukan. Sebab, kalau penanggulangan tikus tidak dilakukan bersama-sama akan sia-sia. Camat Wonosari Drs Bambang Sugeng juga menuturkan kegelisahannya bila hama tikus yang sudah menyerang lahan padi di Kabupaten Sukoharjo sampai merembet ke Klaten. ''Hama tikus itu kalau sudah telanjur menyerang sangat sulit diberantas dengan cara apa pun. Untuk mengantisipasi serangan tikus, saya memerintahkan para kades melakukan langkah-langkah pencegahan,'' ujar Bambang di kantornya, kemarin. Saluran Air Kades diminta memerintahkan kepada petani melalui kelompok tani agar mencari lubang tikus di sawah yang baru saja dipanen, kemudian dicari tikusnya sampai tertangkap dan dibunuh. Pada lahan yang sudah ditanami, petani bisa menggunakan icir dari bambu dan ember untuk menyirami lubang tikus. ''Apabila memungkinkan bisa dibuat kalen (saluran air) di tiga tempat, yakni tepi, tengah, dan tepi, dengan cara itu akan mudah mengeringkan lahan yang berair banyak. Cara-cara menghadang serangan tikus ini sudah pernah dijelaskan kepada petani ketika serangan tikus merajalela beberapa waktu lalu,'' ungkapnya.(F5-20r) |