| Rabu, 04 Agustus 2004 | SALA |
Rehab Pendapa dan Pagar Menutup Akses PublikBOYOLALI- Rehab pendapa Kabupaten Boyolali dan pembangunan pagar sekretariat daerah (setda) disesalkan kalangan anggota DPRD. Anggota Komisi D Amin Wahyudi SAg kepada wartawan kemarin mengatakan, pembangunan pagar akan menutup akses publik dan membuat jarak antara masyarakat dengan pemerintah. Selain itu, pohon beringin yang selama ini dikesankan sebagai kawasan alun-alun akan tertutup dan tidak bisa lagi sebagai ajang publik. ''Semestinya pembangunan pagar tidak menutup pohon beringin. Bahkan kalau perlu menambah sarana fasilitas atau tempat duduk di sekitar pohon beringin,'' katanya. Mengenai rehab pendapa kabupaten Ketua Dewan Miyono mengaku kurang sreg. Sebab akan menghilangkan bentuk asli yang bernuansakan jawa. Kecuali jika bangunan pendapa yang berbentuk joglo itu dinaikkan. ''Kalau hanya diperluas tanpa menaikkan bangunan joglo itu, justru tidak ada nilai seninya,'' ujarnya. Sebagai catatan, pendapa kabupaten yang berbentuk joglo diperluas, sehingga mampu menampung ratusan orang. Begitu juga pagar setda diperluas sampai pinggiran ruas Jalan Merbabu. Akibatnya, pohon beringin yang selama ini letaknya di luar akan dipagari dan masuk halaman Setda. Biaya pembangunan dari APBD 2004 yang nilainya mencapai ratusan juta. Wakil Bupati Habib Masturi yang dihubungi wartawan mengatakan, dengan diperluasnya pendapa kabupaten halaman setda akan menjadi sempit. Agar lebih luas, harus membangun pagar sampai pinggiran ruas jalan. Pemerintah sama sekali tidak punya maksud merampas hak publik. Bila ada warga yang ingin menyampaikan aspirasi dipersilakan masuk ke halaman setda. Selain itu, lanjut Habib, para pedagang yang berjualan di sekitar pohon beringin tidak akan digusur. Bila ingin berjualan di tempat semula dipersilakan. (shj-20b) |