| Rabu, 04 Agustus 2004 | SALA |
Perjudian Capjikia dan Dingdong Tutup
SRAGEN-Sudah empat hari ini, Kabupaten Sragen terbebas dari perjudian capjikia, toto gelap (togel), dan mesin dingdong. Penjual capjikia Merak Aji dan Singo Lawu di Sragen Kota dan Anglingdarmo di Kota Kecamatan Gondang berhenti total. Sejumlah tambang dan pengepul perjudian yang dihubungi mengaku tidak mengetahui kapan perjudian itu akan dibuka lagi. ''Belum ada kejelasan, dibuka lagi atau tutup selamanya,'' tutur Ar (30), penambang capjikia Karangmalang, Sragen, kemarin. Menurut kabar yang beredar, penutupan perjudian untuk menyambut Peringatan Ke-59 Kemerdekaan RI. Kasat Resrkim AKP Edhei Sulistyo SH ketika dimintai konfirmasi mengakui adanya operasi perjudian di Sragen. Selain menghentikan peredaran capjikia, polisi juga mengoperasi peralatan mesin judi dingdong. Sebanyak 13 mesin dingdong disita penyidik Reskrim Polres. ''Ada sejumlah mesin dingdong kami sita,'' tutur AKP Edhei Sulistyo. Perjudian capjikia masih menimbulkan pendapat pro dan kontra. Tak Layani Pelajar Begitu pula saat perjudian yang menggunakan 12 kartu cina itu ditutup, ratusan penambang dan pengepul perjudian dikabarkan menganggur. Situasi Pasar Sragen Kota dan Pasar Gondang yang biasanya selalu ramai oleh perjudian kini tampak berkurang drastis. Sejumlah meja ditumpuk di sudut toko. Begitu pula paito dan ramalan yang biasanya ditempel dan mudah terlihat calon pemasang dicopoti. Memang banyak yang menggemari perjudian itu, tapi banyak pula yang menentangnya. Masyarakat penentang berkali-kali mengimbau agar para penambang dan bandar dalam menjajakan capjikia tidak melayani pelajar yang berseragam sekolah seperti yang terjadi di Gondang. Tindakan itu akan menuai protes para orang tua dan guru. Adapun di Sragen Kota, para penambang tidak berani melayani siswa berseragam sekolah. Biasanya siswa berseragam yang akan bertaruh disuruh pulang dulu untuk berganti baju. ''Memang perjudian sulit dihilangkan, tapi kalau melayani pelajar berseragam sekolah itu kelewatan,'' ujar para guru pendidik SMA di Kecamatan Gondang. (nin-20e) |