logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 SALA
Line

Eks TP Usul Penggantian Nama Jalan

BANJARSARI - Anggota eks Tentara Pelajar (TP) mengusulkan penggantian delapan nama jalan di Solo. Peresmian perubahan nama jalan itu rencananya dilaksanakan pada peringatan Serangan Umum Empat Hari di Stadion Sriwedari, Sabtu (7/8). Wali Kota H Slamet Suryanto diagendakan meresmikannya.

"Perubahan nama jalan ini untuk mengingatkan masyarakat kepada tonggak sejarah perjuangan TP. Sebab, saat serangan u pada 7-10 Agustus 1949, TP bisa menggerakkan masyarakat terutama pelajar untuk berjuang mengusir penjajah Inggris dan Belanda," kata Maryono, Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Angkatan 45 Solo.

Hal itu dia sampaikan kepada wartawan bersama Ketua Yayasan Putra-Putri Tentara Pelajar (Patria) Drs H Soenarso dan Ketua Sekretariat Bersama Mahasiswa Pelajar Pejuang (SBMPP) Soebardjo kemarin.

Maryono menambahkan, pihaknya kini juga tengah memikirkan untuk mengeluarkan TP Award bagi masyarakat, terutama para pelajar yang punya prestasi tingkat nasional atau internasional. Penghargaan yang akan dimulai pada 2005 itu juga akan diberikan kepada mereka yang berperan dalam pemberantasan narkoba dan yang punya pemikiran inovatif membuat mesin-mesin baru.

"Jadi TP Award ini bukan sebagai sarana kami untuk menggiring masyarakat menjadi tentara, melainkan yang kami hargai adalah spirit berjuang para pelajar atau orang-orang pintar," jelasnya.

Belum Berizin

Setelah setahun silam Paguyuban Eks Tentara Pelajar (TP) Detasemen II Brigade 17 mengganti nama Stadion Sriwedari menjadi Stadion R Maladi, kini kalangan pejuang itu berencana mengubah delapan nama jalan. Hal itu dilakukan untuk mengabadikan nama rekan seperjuangan mereka yang lain.

Berkaitan dengan rencana itu, Pemkot Surakarta belum memberikan izin untuk mengganti sejumlah ruas jalan di Solo menjadi nama pejuang eks Tentara Pelajar. Bahkan, rencana peringatan Serangan Umum Empat Hari di Solo sekaligus menjadi simbolisasi pergantian nama jalan tersebut dinilai terlalu dini lantaran prosesnya masih panjang.

"Dalam rapat panitia besar kemarin masih belum ada kepastian soal persetujuan pergantian nama jalan dengan nama eks pejuang TP. Diputuskan hal itu masih akan dibahas lagi. Proses mengganti nama jalan tidak semudah membalik telapak tangan," ujar Plt Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (BIK) Drs Purnomo Subagyo kepada wartawan, kemarin.

Anggota Komisi E DPRD Surakarta KP Satryo Hadinagoro mengingatkan agar perubahan nama jalan tidak mengorbankan jati diri Kota Solo. "Itu tidak berarti kita tidak menghormati pejuang Solo, tapi saya sarankan agar penggantian nama itu tidak mengorbankan jati diri Kota Solo."

Dia mencontohkan, penggantian nama Stadion Sriwedari menjadi Stadion Maladi justru mengorbankan nama besar Sriwedari. "Kan lebih baik nama Maladi diperuntukkan bagi Stadion Manahan."

Anggota FPDI-P itu lebih bersepakat bila nama ruas jalan di Solo dikembalikan ke nama asalnya, seperti Singosaren, Coyudan, Mangkubumen, Ngesus, dan Purwosari. "Saat ini orang akan berpikir dulu kalau ditanyai lokasi Jalan Gatot Subroto. Akan lebih akrab jika itu dikembalikan menjadi Singosaren. Tanpa berpikir panjang pun orang Solo akan segera tahu lokasinya."

Adapun pencantuman nama pejuang Solo, katanya, semestinya bagi lokasi yang benar-benar memiliki keterkaitan sejarah perjuangan. "Sekali lagi, saya tidak bermaksud mengecilkan pejuang Kota Solo. Saya hanya khawatir penggantian nama itu menjadikan warga bingung. Apalagi orang luar kota tentu akan semakin sulit bila ingin mencari satu lokasi yang sebenarnya terkenal sejak dulu."

Sementara itu, Ponco Wibowo SH SpN, Kepala DLLAJ Solo yang juga anggota generasi muda TP menyarankan agar nama-nama yang diusulkan itu dipasang di jalan yang selama ini belum mempunyai nama. "Secara struktural, DLLAJ tidak mempunyai kewenangan soal nama jalan. Setahu saya, perubahan dan pemberian nama jalan dilakukan lewat peraturan daerah. Mungkin pemberian nama jalan itu belum bisa dilakukan pada tahun ini," ujarnya. (D11,G18,G13, sri-80e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA