logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 SALA
Line

Warga Resah, "Polisi" Jual Kalender

KOTA- Penjualan kalender, buku, ataupun sejumlah barang lain dengan mencatut nama korps kepolisian, akhir-akhir ini merebak di sejumlah wilayah Solo. Kemarin siang, dua orang layaknya anggota polisi yang mengaku dari Mabes Polri mendatangi sejumlah sekolah dan institusi pendidikan dengan tujuan menjual kalender.

Peristiwa itu di antaranya terjadi pada sebuah pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di kawasan Nusukan, Banjarsari. Sekitar pukul 10.30, kedua penipu yang mengaku polisi itu menawarkan kalender bergambar kepolisian sedang melakukan serangkaian kegiatan.

Kedatangan polisi yang ditengarai gadungan di TK itu disambut para guru. Penawaran kalender tersebut membuat para guru tidak percaya kalau ada program dari kepolisian, apalagi setingkat Mabes Polri.

Berbagai cara dilakukan para guru untuk mengetahui kebenaran adanya penjualan kalender kepolisian ke masyarakat. Langkah itu diambil lantaran ada kesan pemaksaan dari dua polisi palsu itu agar TK tersebut membeli.

Harga satu lembar kalender tahun 2005 yang ditawarkan dua polisi gadungan kepada TK tersebut bervariatif, mulai Rp 25.000 - Rp 100.000. Mahalnya harga kalender itu, rupanya tidak direspons para guru, meskipun ada rasa takut dan cemas kalau kedua penjual kalender itu benar-benar anggota polisi.

Upaya untuk membongkar kedok polisi dari Mabes Polri itu dilakukan sejumlah guru dengan menghubungi anggota polisi yang dikenalnya. Merasa takut kedoknya terbongkar, dua polisi penjual kalender itu bergegas meninggalkan TK.

Tidak hanya TK di kawasan Nusukan yang menjadi sasaran, sejumlah institusi pendidikan juga menjadi incaran dari dua polisi gadungan itu. Salah satu kampus Akademi Managemen dan Komputer yang berada di Kota Solo, beberapa hari lalu, juga didatangi dua lelaki yang mengaku polisi dengan tujuan menjual kalender.

Kejadian itu dikemukakan pegawai di kampus tersebut. "Meski ada kesan memaksa, dua orang yang mengaku polisi ketika menawarkan kalender tidak dihiraukan," papar Ny Wartono.

Penjualan kalender atau jenis barang lainnya dengan cara mencatut nama polisi, disinyalir telah merebak di Solo. Meski belum diketahui jumlah sekolah yang menjadi korban, jajaran kepolisian Solo meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai jenis penipuan yang dilakukan orang-orang yang tidak betanggung jawab itu.

Kapolresta Surakarta AKBP Drs Lutfi Lubihanto mengatakan, sejauh ini tidak ada program atau perintah dari Mabes Polri untuk menjual kalender di masyarakat. Pihak kepolisian justru meminta kepada masyarakat, apabila mengetahui ada orang yang mengaku polisi dengan modus menjual sesuatu barang untuk segera melaporkan kepada aparat terdekat. (G11-80b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA