| Rabu, 04 Agustus 2004 | PEMILU 2004 |
PKB Tak Akan Berikan Teguran
JAKARTA-Ketua Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan, DPP PKB tidak memberi teguran atas silaturrahmi 27 Pengurus DPW di Makassar, yang disebut-sebut mendukung pasangan SBY-Kalla. ''Tidak ada teguran apa-apa. Dalam rapat tadi, kami hanya mendengarkan hasil keputusan silaturrahmi di Makassar. Tiga poin hasil pertemuan itu baik, ya sudah diterima dengan suara bulat,'' ujar Gus Dur usai rapat dengan pengurus DPP PKB di Jakarta, Senin malam. Seperti diberitahukan, sebelumnya, Rabu (28/7) Forum Silaturrahmi DPW PKB Seluruh Indonesia menggelar pertemuan di Hotel Sahid, Jl Sam Ratulangi Makassar. Pertemuan tersebut awalnya diprakarsai oleh tiga pengurus wilayah PKB, yakni Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Dari DPP hanya Alwi Shihab dan Mahfud MD yang hadir, sementara Gus Dur tidak datang. Gus Dur menjelaskan, alasan tidak ada teguran terhadap acara itu, karena pertemuan para pengurus wilayah tersebut hanya bersifat silaturrahmi, dan tidak mengikat. Bahkan Gus Dur menegaskan, masalah sudah dianggap selesai karena tiga pengurus wilayah pemrakarsa acara itu sudah memberikan klarifikasi. ''Tidak ada masalah karena sudah lapor tadi, tiga orang yang lapor di sini. Ada Pak Feri Tinggogoy, Chairul Anam. Laporannya baik-baik saja.'' Soal ketidakhadirannya dalam forum tersebut, Gus Dur mengatakan, ia tidak hadir karena pada saat bersamaan sedang menghadiri acara di Jawa Timur, dan bukan berarti tidak menyetujui acara itu. ''Saya menyetujui acara itu, karena bukan urusan organisasi melainkan silaturrahmi. Jadi sudah jelas itu. Pak Alwi juga sudah jelaskan, dia berangkat sama Pak Mahfud, saya tidak bisa datang karena menghadiri acara di Jawa Timur.'' Pada kesempatan itu, Gus Dur menjelaskan, hasil pertemuan pengurus DPP, PKB belum merencanakan untuk berkoalisi dengan salah satu pasangan capres-cawapres. ''PKB hingga kini belum melakukan koalisi dengan salah satu pasangan Capres-Cawapres pada Pilpres, karena selama ini PKB dicurangi,'' ujarnya. Kemungkinan untuk koalisi, lanjutnya, baru akan dibicarakan dalam Mukernas PKB di Jakarta, 18 Agustus mendatang. Ketika ditanya soal pertemuannya dengan Megawati, ia mengatakan, pertemuan itu biasa sebagai tokoh untuk membicarakan demokrasi Indonesia di masa mendatang.(di-69) |