logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 PEMILU 2004
Line

Hasyim Mulai Masuk Kantong-kantong NU

SEMARANG - Lolosnya pasangan Mega-Hasyim ke putaran kedua pilpres membuat cawapres KH Hasyim Muzadi harus bekerja keras untuk menyatukan kembali warga Nahdlatul Ulama (NU) yang sempat terbelah pilihannya di putaran pertama. Menurut Hasyim, ukhuwah nahdliyyah (persaudaraan sesama warga NU) lebih utama daripada kepentingan sesaat. Di Jawa Tengah, dalam upaya mengumpulkan kembali ''balung pisah'', Hasyim mulai bersilaturahmi ke kantong-kantong NU, termasuk di Jateng. Ini tak seperti yang dia lakukan pada putaran pertama. Namun yang dikunjungi tak hanya mereka yang sebelumnya sempat berbeda pilihan, tetapi juga para pendukungnya.

Pada Senin (2/8), Ketua Umum PBNU (nonaktif) itu sehari semalam bersilaturahmi ke sejumlah kiai dan para tokoh parpol. Dalam kunjungannya, dia didampingi antara lain istrinya, Hj Mutammimah Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Ir Musthofa Zuhad, Ketua PWNU Jateng Drs H Moh Adnan MA, Ketua Hasyim Center Jateng H Suryanto Dwi Cahyo SE, dan jajaran pengurus PWNU lainnya.

Kunjungan pertama ke pengasuh Pondok Pesantren Attauhidiyyah Desa Giren, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, KH Ahmad bin Said. Kiai Ahmad bersama sejumlah pejabat, antara lain Bupati Tegal Agus Riyanto, Wabup HM Hammam Miftah, dan Kapolres AKBP Tri Nugroho, menyambut tamunya dengan hangat

Dalam kesempatan itu, Hasyim sekaligus menghadiri Haul Ke-68 KH Abu Ubaedah yang digelar di makam Giren. Di hadapan ribuan warga yang hadir, dia menyampaikan ceramah agama.

Kemudian silaturahmi ke kediaman KH Ahmad Abdul Haq, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Watucongol Muntilan Magelang. Selain ditemui Mbah Mad, panggilan akrab Kiai Ahmad Abdul Haq, berserta keluarganya, kedatangan Hasyim juga disambut Wali Kota Magelang Fahriyanto dan Bupati Magelang Singgih Sanyoto. Mbah Mad juga memimpin doa dan diamini seluruh yang hadir di ruangan.

Selepas dari Mbah Mad, Hasyim melanjutkan silaturahminya ke kediaman Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jateng KH Abdurrahman Chudlori di Tegalrejo Magelang. Di samping disambut oleh Mbah Dur, sapaan akrab Abdurrahman Chudlori, dan adiknya, KH M Yusuf Chudlori, Hasyim juga diterima sejumlah pengurus DPW PKB Jateng lainnya, antara lain Ketua Dewan Tanfidz KH Muhammad Hanif Muslih, Wakil Ketua H Abdul Kadir Karding, Sekretaris HM Muzamil, dan beberapa pengurus lainnya. Mbah Dur menyambut hangat kedatangan satu-satunya cawapres dari NU itu.

Perbincangan di antara mereka begitu hangat, seakan-akan lupa kalau pada pilpres putaran pertama kedua pihak sempat berbeda pilihan hanya karena ada dua pengurus PBNU yang maju sebagai cawapres. Sebelum pamitan, Mbah Dur yang juga pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) itu memimpin doa dan diamini semua yang ada di ruangan.

Dari rumah Mbah Dur, Hasyim menuju kediaman KH Muhaiminan Gunardo, pengasuh Pesantren Kyai Parak Bambu Runcing Parakan Temanggung. Di situ pun kehadiran Hasyim disambut dengan tak kalah hangat oleh kiai karismatik itu beserta para santrinya. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Temanggung T Ary Prabowo.

Selanjutnya Hasyim menyempatkan diri meninjau Sekretariat Hasyim Center di depan pondok Kiai Muhaiminan. Kemudian dilanjutkan ke kediaman KH Nasukha, Ketua Dewan Syura DPC PKB Temanggung.

''Nawaitu (niat) saya murni silaturahmi,'' kata Hasyim ketika ditanya menyangkut kunjungannya ke beberapa kiai NU dan tokoh parpol yang memiliki massa berbasis NU.

Saat ditanya wartawan apakah kedatangannya untuk mencari dukungan, secara diplomatis Hasyim menyatakan, di dalam kultur NU cara menyatakan sikap tidak harus secara lisan. Demikian pula saat ditanya soal dukungan warga NU Jateng, Kiai Hasyim menjawab pendek, ''Insya Allah.''

Saat ini, menurut Hasyim, kader NU yang maju ke pemilihan presiden putaran kedua tinggal dirinya. Dengan demikian, Hasyim meyakini, dukungan warga NU akan bulat kepada dia. (G7,amp-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA