| Rabu, 04 Agustus 2004 | PANTURA |
Para Ulama Prihatinkan Kemaksiatan Merebak
KAJEN - Para dai dan ulama di Kabupaten Pekalongan memprihatinkan kemerebakan praktik kemaksiatan dan kriminalitas di Kabupaten Pekalongan akhir-akhir ini. Mereka meminta agar forum-forum dialog dan pertemuan dengan masyarakat diaktifkan untuk memberikan siraman rohani. Pernyataan tersebut dikemukakan beberapa ulama dan dai di Kabupaten Pekalongan dalam acara dialog untuk menangani gangguan kamtibmas di aula pertemuan Mapolres Pekalongan, Senin lalu (2/8). Beberapa dai yang hadir menyatakan sudah saatnya warga Kabupaten Pekalongan kembali kepada jati dirinya sebagai Kota Santri dengan tidak berbuat maksiat atau kejahatan. M Alfadhan dari Desa Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan mengatakan, forum dialog dengan masyarakat itu sangat besar peranannya untuk memberikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. Dia mencontohkan pertemuan rutin antarpemuka agama dan kepolisian di daerahnya yang ternyata bisa mengurangi gangguan kamtibmas. Keterlibatan para ulama, sangat besar perannya, sebab sebagian besar masyarakat masih patuh kepada para ulama. "Kalau yang mengadakan acara itu saya, mungkin tidak akan didengar. Namun kalau yang bicara itu seorang habib atau ulama yang sudah punya nama, masyarakat akan mendengarkan dan mengikuti acara tersebut, meskipun sebenarnya ayat yang digunakan sama," ujarnya. Sebagian besar dai yang hadir berpendapat sama dengan Alfadhan. Mereka berharap ada sebuah langkah nyata dari semua pihak yang bisa mengatasi gangguan kamtibmas. Para dai juga minta kepada media elektronik (televisi-Red) untuk mengurangi atau menghentikan tayangan yang bersifat pornografi dan pornoaksi. Langkah Nyata Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kapolres Pekalongan AKBP Drs Lotharia Latief mengaku akan segera menindaklanjutinya dengan langkah nyata. Bahkan pihaknya mengaku akan segera kembali mengaktifkan forum selapanan (pertemuan 35 hari-Red) di desa-desa sebagai media untuk menegakkan kamtibmas. Merebaknya penyakit masyarakat dan tindak kriminal akhir-akhir ini, kata Kapolres, memang sangat memprihatinkan. Kepolisian sudah bertindak nyata dengan melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) yang berhasil menjaring ribuan botol miras dan puluhan pekerja seks komersial. "Kami juga sudah memproses pembunuhan bayi yang dilakuan oleh guru di Doro," katanya. Untuk itu, Kapolres berjanji secepatnya akan menindaklanjuti hasil dialog tersebut dengan langkah konkret, di antaranya dengan membentuk forum bersama antara kepolisian, para dai, dan unsur masyarakat yang lain demi tegaknya kamtibmas di Kota Santri Kabupaten Pekalongan. (G16-14n) |