logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 PANTURA
Line

Siswa Bawa Obat-obatan Terlarang di Sekolah Langsung Dikeluarkan

PEKALONGAN - Dalam rangka mewujudkan sekolah standar nasional (SSN), SMA 3 Pekalongan tidak hanya akan mengedepankan prestasi akademik, tetapi juga melakukan penegakan disiplin terhadap para siswanya.

Untuk itu, dalam penegakan kedisplinan, sekolah tersebut menerapkan sistem kredit poin yang sekarang masih jarang diterapkan di sekolah-sekolah lain. Maksud dari sistem kredit poin itu adalah siswa yang melakukan pelanggaran ataupun yang berprestasi secara langsung dilakukan penilaian terperinci dari pihak sekolah.

Berat ringannya sanksi, kata Kepala SMA 3 Kota Pekalongan Drs Yunus Suwandi, disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan siswa seperti melakukan tindak kriminal yang memberatkan dan membawa obat-obatan terlarang.

Siswa yang melakukan hal-hal tersebut, lanjut dia, otomatis akan langsung dikeluarkan. Sebab tingkat pelanggaran yang dilakukan itu tergolong sangat tinggi dan bisa mengurangi citra baik yang selama ini telah dibina sekolah.

Dia menuturkan, kalau pelanggaran ringan, siswa diberi sanksi sesuai dengan jumlah kredit poin yang telah dicatat dalam setiap pelanggaran yang dilakukan.

"Kami dalam menyelesaikan pelanggaran ringan itu diawali dengan pendekatan secara persuasif dulu. Namun seandainya siswa masih terus melakukan pelanggaran tersebut dengan terpaksa dilakukan sanksi skor," ujarnya.

Selain itu, kerapian dan penampilan siswa juga mendapat perhatian khusus dari sekolah. Agar hukuman tersebut terukur dan memenuhi rasa keadilan bagi tiap-tiap pelanggaran maka diberlakukanlah skor (nilai) tersebut. Siswa yang melakukan pelanggaran sampai melebihi nilai 100 dengan batas waktu selama satu tahun akan langsung dikeluarkan dari sekolah. Adapun yang mendekati batasan maksimal nilai tersebut siswa tidak boleh masuk sekolah atau diskors.

Sudah Sepakat

Yunus mengatakan, sistem kedisiplinan dengan kredit poin sebelumnya sudah merupakan kesepakatan antara pihak orang tua dan sekolah ketika penerimaan siswa baru. "Dalam kesepakatan itu, bagi orang tua yang merasa keberatan dengan peraturan tersebut bisa langsung memindahkan anaknya ke sekolah lain," katanya.

Sebaliknya, dia menambahkan, kepada siswa yang disiplin dan berprestasi, sekolah akan memberikan hadiah secara khusus (tanpa menyebutkan bentuk hadiah yang kan diberikan-Red). Dengan cara seperti itu diharapkan siswa secara langsung dapat berlatih kedisiplinan secara dini.

Dari data yang tercatat di bagian kesiswaan, sejauh ini siswa di SMA 3 Kota Pekalongan belum pernah ada yang melakukan pelanggaran yang melebihi nilai kredit poin yang ditetapkan sehingga sampai saat ini belum ada siswa yang dikeluarkan dari sekolah tersebut karena kasus pelanggaran.

"Semoga saja tidak ada siswa yang melakukan pelanggaran yang berat tersebut," ucapnya. (wn-14n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA