logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 PANTURA
Line

15 Desa Kekurangan Air Bersih

  • Delapan Desa Sudah Menerima Bantuan

KAJEN - Memasuki musim kemarau, 15 desa di Kabupaten Pekalongan rawan kekurangan air bersih. Warga di daerah-daerah yang selama ini sering kekurangan air bersih itu diharapkan mengantisipasi kondisi tersebut.

Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan Drs H Umaidi menandaskan, sebagian besar daerah yang rawan kekurangan air bersih adalah daerah bagian atas, seperti Desa Kapundutan, Pamutuk ,Timbangsari, dan Bantarkulon di Kecamatan Lebakbarang. Daerah rawan lainnya adalah Sukoharjo (Kandangserang), Krompeng, dan Donowangun (Talun ), Lumeneng, Werdi (Paninggaran), Kayupuring (Petungkriyono), Kalijoyo (Kajen), dan Langkap (Kedungwuni).

Saat ini, kata Umaidi, kebutuhan air bersih di daerah tersebut memang masih terpenuhi, namun saat musim kemarau biasanya masyarakat di sana akan kesulitan mendapatkan air bersih. Adapun di daerah pantai seperti di Kecamatan Wonokerto, masyarakat di beberapa desa seperti Werdi, Semut, dan Wonokerto Wetan sudah mengalami kesulitan air bersih akibat adanya rob.

"Di daerah pantai, masyarakat sudah mengeluhkan sulitnya air bersih karena airnya asin akibat terkena rob," tandasnya.

Sumber air di sebagian besar wilayah itu jauh dari rumah warga sehingga saat kemarau datang warga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih. Di Desa Sidomulyo, Lebakbarang, pada musim kemarau lalu masyarakat harus berjalan sampai 6 km untuk mendapatkan air bersih. "Jika turun hujan tak masalah, tapi kalau hujan berhenti, kasihan masyarakat karena harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih," tegasnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, kata dia, Pemkab telah memberikan bantuan kepada desa-desa tersebut untuk membantu penyediaan air bersih. Namun karena anggarannya terbatas, pihaknya belum bisa memberikan bantuan secara menyeluruh. "Untuk sementara kami prioritaskan daerah yang benar-benar membutuhkan dulu," katanya.

Delapan desa, kaat dia, sudah menerima bantuan, sedangkan tujuh daerah lainnya sudah diusulkan dan disetujui pada perubahan anggaran tahun ini. "Secara bertahap kami akan memberikan bantuan untuk membantu penyediaan air bersih," tuturnya.

Paralon

Bantuan yang diberikan oleh Pemkab, kata dia, akan diberikan dalam bentuk yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing. Sebagian besar dibelikan paralon oleh warga untuk mengalirkan air dari sumber air ke rumah-rumah warga. Adapun di daerah sekitar pantai dana itu digunakan untuk membuat sumur bor.

Sementara itu warga di beberapa daerah tersebut mengaku bersyukur, sebab hingga akhir Juli beberapa kali masih terjadi hujan sehingga masyarakat belum kesulitan mendapatkan air bersih.

"Alhamdulillah, tidak seperti tahun lalu. Kami masih mudah mendapatkan air bersih," tutur Rohmah (39), warga Desa Sidomulyo, Lebakbarang.

Namun dia berharap Pemkab memanfaatkan waktu tersebut dengan secepatnya membuat paralon yang bisa mengalirkan air bersih ke rumah warga. Sebab jika menunggu setelah ada kekeringan bisa meresahkan warga. "Kalau sekarang sudah ada paralon, saat kemarau datang, masyarakat tak perlu lagi jalan jauh ke sumber air," katanya. (G16-74n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA