logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 PANTURA
Line

Komplotan Perampok Susun Skenario di LP

BREBES - Kerja keras aparat Polres Brebes mengungkap kasus perampokan di Desa Kalimati, Kecamatan Brebes yang terjadi tiga tahun lalu harus melalui proses panjang dan melelahkan.

Polisi selain mengorek keterangan beberapa saksi mata di tempat kejadian, juga mendengarkan keterangan Gamper, warga Adiwerna, Kabupaten Tegal, salah seorang narapidana di LP Tegal.

Gamper yang kini sedang menjalani hukuman 18 bulan adalah salah seorang anggota kelompok Rasmo (33), dan Warjum (55), yang Senin lalu ditangkap petugas Satreskrim Polres Brebes.

Pada 4 Desember 2001 pukul 14.30, di toko milik Sulaiman di Desa Kalimati, Gamper dengan dua tersangka itu melakukan perampokan terhadap Rusmini (35), sales sembako yang sedang mengedrop barang di toko itu.

"Salah seorang dari anggota kawanan itu pura-pura membeli rokok, tapi kemudian Rasmo menarik tas Rusmini, lalu dibawa kabur dengan sepeda motor," ujar petugas.

Akibat kejadian tersebut, Rusmini mengalami kerugian uang Rp 10 juta. Dari aksi tersebut Rasmo mengaku mendapatkan bagian Rp 1 juta, sedangkan Warjum memperoleh Rp 560.000.

Sisanya dibagi lagi untuk Gamper dan dua anggota kawanan lain yang berinisial Un dan Dr. Dua teman mereka itu kini terus diburu petugas karena diduga terlibat dalam perampokan lain.

Baik Rasmo, Warjum, maupun Gamper serta dua orang lagi anggota komplotan itu semuanya adalah residivis LP Pekalongan dengan kasus berbeda-beda. Menurut pengakuan Gamper kepada polisi, beberapa aksi kejahatan yang dilakukan kelompoknya berawal dari pertemuan di lembaga pemasyarakatan.

Saat itu mereka menyusun skenerio bersama-sama, yakni setelah keluar dari tahanan akan melakukan kejahatan. Salah satunya adalah merampok sales sembako itu.

Melihat modus yang dikembangkan jaringan itu, polisi akan berusaha mengembangkan keterlibatan Rasmo dan Warjum dalam perampokan yang menimpa juragan bawang merah di Alun-alun Kota Brebes pada akhir Juni lalu dan perampokan yang menimpa pedagang emas pemilik Toko Emas Muji Jaya Bulakamba, tiga pekan lalu.

Indikasinya, dalam menggasak korban, pelaku selalu menggunakan sepeda motor, bahkan bila perlu menggunakan kekerasan.

"Kita memang sedang mengembangkan hal-hal menyangkut keterlibatan mereka dalam perampokan yang terjadi di beberapa tempat di Brebes," kata Kasatreskrim Polres AKP M Ngajib SIK, kemarin.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, tersangka Rasmo yang tinggal di Desa Kalipucang, Kecamatan Brebes dan Warjum, warga Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal masih bungkam, menyatakan tidak terlibat dalam perampokan lain.

Meski demikian, polisi tidak begitu saja memercayai pengakuan tersebut. Polisi akan berusaha menangkap teman komplotan lainnya yang saat ini masih menjadi buron.

"Saya berharap Un dan Dr bisa segera tertangkap. Sebab kalau keduanya masih berkeliaran akan terus memangsa korban baru." (wh-42n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA